Kubu Jokowi Samakan Gerakan #2019GantiPresiden dengan Kekacauan di Suriah dan Khilafah

Newswire
Newswire Selasa, 28 Agustus 2018 22:04 WIB
Kubu Jokowi Samakan Gerakan #2019GantiPresiden dengan Kekacauan di Suriah dan Khilafah

Deklarasi #2019GantiPresiden di kawasan monumen Patung Kuda, Jakarta./Okezone

Harianjogja.com, JAKARTA- Tim sukses kubu Jokowi-Ma\'ruf Amin menyamakan gerakan #2019GantiPresiden dengan gerakan di Suriah yang memicu kekacauan dan perpecahan.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding menyebut, gerakan semacam #2019GantiPresiden pernah digunakan di negara Suriah. Tagar semacam itu, sebut Karding, yang menyebabkan kondisi di Suriah menjadi kacau.

Ia mengklaim, gerakan semacam itu dimanfaatkan oleh pihak tertentu guna menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad di Suriah.

“Tagar itu pernah di pakai di Suriah. Kenapa Suriah kacau? karena pakai tagar itu, ganti presiden dan ganti presiden itu maknanya macam-macam. Jadi saya kira memang bagus sudah kalau paslon di sebelah [Prabowo Subianto – Sandiaga Uno] mengganti tagar itu,” kata Karding di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).

Karding menyebut, kondisi Suriah pada 2011 menjadi kacau lantaran tagar tersebut dijadikan komoditas politik.

"Kemudian kelompok yang ingin mendirikan khilafah mengapitalisasi itu, sehingga terjadi seperti Suriah hari ini," jelasnya.

Karding juga mengimbau agar penggunaan tagar seperti #2019GantiPresiden yang bermunculan di media sosial, untuk tidak membuat perpecahan.

Lebih lanjut Karding menyebut, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang tidak menimbulkan perpecahan dalam perbedaan pilihan.

“Prinsipnya jangan sampai isu atau tagar itu memecah masyarakat di bawah, menganggu keamanan karena kita sudah sepakat pemilu yang damai, pemilu yang riang gembira, edukatif bagi masyarakat," tukas Karding.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online