Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Mahfud MD. /Sntarafoto-Reno Esnir
Harianjogja.com, BANTUL- Pengamat politik mengungkapkan posisi Mahfud MD membahayakan perpolitikan pada 2024 apabila ia dipilih jadi cawapres.
Jokowi dinilai sudah memutuskan secara tepat, ketika lebih memilih Ketua MUI Maruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2019, ketimbang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Dosen Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Titin Purwaningsih mengatakan, kalau Mahfud MD menjadi cawapres Jokowi, bisa jadi yang bersangkutan bakal maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Kalau hal itu terjadi, menurut Titin, maka berdampak buruk bagi partai-partai pendukung Jokowi. Sebab, bakal merintangi partai-partai Koalisi Indonesia Kerja yang sudah menyiapkan calon pengganti Jokowi pada Pilpres 2024.
"Andai Jokowi menang dan wapresnya Mahfud MD, maka posisi wapres berpeluang besar berlanjut menjadi capres pada Pilpres 2024. Sementara partai-partai pendukung tampak punya sosok yang sejak sekarang dipersiapkan untuk menjadi capres pada Pilpres 2024. Supaya tidak pelihara anak macan, begitulah istilahnya,” kata Titin,Jumat (10/8/2018).
Titin menuturkan, partai-partai koalisi pendukung Jokowi juga menilai, Mahfud MD hanya bisa mendulang suara pemilih pada Pilpres 2019, tidak untuk sampai Pilpres 2024 yang bakal didominasi tokoh-tokoh muda.
Karenanya, Titin menduga Mahfud MD gagal menjadi cawapres Jokowi karena dijegal partai-partai Koalisi Indonesia Kerja sendiri.
"Ya, karena ada kekhawatiran pada Pilpres 2024, jadi partai-partai KIK tak setuju kalau Jokowi mengambil Mahfud MD,” terangnya.
Namun, Titin meragukan Mahfud MD bakal berbalik arah menentang Jokowi – Maruf Amin pada Pilpres 2019.
"Saya kira Mahfud MD seorang negarawan. Dia paham betul politik Indonesia. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda Mahfud MD bakal bermanuver,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.