AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA- Setelah sempat dibingungkan ke mana PAN akan berlabuh di koalisi parpol pada Pilpres 2019, petinggi Partai Gerindra akhirnya memberi pernyataan tegas.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) sudah berada dalam koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024.
"PAN sudah sepakat dalam koalisi pengusung Prabowo sebagai capres 2019-2024," kata Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Rabu, menjawab keraguan berbagai pihak terkait pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa (7/8/2018).
Dia mengatakan sejauh ini antara partainya dengan PAN sudah ada berbagai macam persetujuan sehingga terkait nama cawapres akan dibicarakan bersama-sama.
Menurut dia, pada Rabu (8/8/2018) ini akan dilakukan finalisasi terkait sosok cawapres, termasuk membicarakannya dengan PAN.
"Prabowo sudah bertemu dengan Zulkifli Hasan pada Selasa, dan pertemuan intensif dilakukan hari ini," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (7/8/2018) sore.
Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, pria yang akrab disapa Bang Zul itu ingin menyampaikan kemungkinan arah dukungan PAN di Pilpres 2019.
Sementara itu pada Selasa malam, Prabowo menemui Zulkifli Hasan di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra.
Sekjen PAN Eddy Soeparno membenerkan adanya pertemuan antara Prabowo-Zulkifli yang mendiskusikan lebih rinci terkait pasangan capres-cawapres menjelang penutupan pendaftaran pada Jumat (10/8/2018).
Pertemuan itu menurut dia dalam rangka berproses menentukan koalisi karena kalau dibilang final, kenyataannya belum final, namun pihaknya bilang lanjut ya cukup lanjut.
"Kami belum bisa memutuskan karena menunggu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN. Jadi agar kita mendapatkan konsensus yang relatif kolektif dari seluruh pengurus," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.