Kemensos Jaring 600 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Ilustrasi anak dan orang tua/Reuters
Harianjogja.com, BANDUNG-Nasib malang dialami RD, balita yang baru berusia 3 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perlakuan kasar dari pacar ibunya yakni Aloysius Renaldo Thabing Saputra (28). Pelaku tega melakukan kekerasan ke RD hanya karena kerap muntah dan menangis.
"Korban ini diduga dianiaya oleh pelaku dengan cara dipukul dan digigit," ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Selasa (7/8/2018).
Sebelum meninggal dunia, balita RD yang berjenis kelamin laki-laki itu tinggal bersama ibunya IJ (29) yang berstatus janda dan si pelaku. Mereka tinggal di sebuah rumah di Jalan Cempaka, Kelurahan Citereup, Kota Cimahi. Dikarenakan IJ bekerja, RD kerap ditinggal bersama pelaku.
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba balita RD pada 22 Juli 2018 mengalami muntah-muntah dan kejang. Saat itu, pelaku menelepon IJ untuk memberi tahu kondisi tersebut.
Mendapat telefon itu, IJ langsung pulang untuk melihat keadaan RD. Sesampainya di rumah, berdasarkan penuturan IJ, korban terlihat lemas. Selain itu, terdapat luka memar di pipi kiri dan juga bekas gigitan di pipi kanan.
Balita RD kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk diberi perawatan. Selama mendapat perawatan, RD harus menjalani USG, rontgen, hingga dengan CT scan.
Dianggap membaik, korban lalu diperbolehkan pulang pada 26 Juli 2018, setelah menjalani empat hari perawatan. Keesokan harinya, 27 Juli 2018, IJ usai pulang kerja melihat RD tengah digendong pelaku. Namun, IJ baru mengetahui saat itu RD dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Balita RD kemudian langsung dilarikan lagi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Sayangnya, nyawa bayi mungil ini tidak terselamatkan. Kini korban telah dimakam di Jakarta.
Meninggalnya bayi RD memang diduga kuat akibat ada unsur penganiayaan. Sang ibu pun melaporkan apa yang telah menyebabkan anaknya tersebut meninggal dunia.
Alhasil, polisi dari Polres Cimahi dan Polda Jabar menangkap dan mengamankan pelaku. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Mapolda Jabar untuk pengembangan lebih lanjut.
"Saat ini pelaku sudah ditahan. Untuk motifnya, pelaku ini jengkel karena [korban] sering menangis dan dan muntah," ungkap Kombes Umar.
Atas perlakuan kejinya, pelaku terbukti melakukan penganiayaan. Polisi menerapkan Pasal 80 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Perilindungan Anak, Kekerasan Psikis, dan Kekerasan terhadap Anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.