NU Minta Pemerintah Jalankan Putusan MK soal Anggaran MBG
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
Ilustrasi jaringan PLN/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA-Pascagempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat terjadi gangguan pasokan listrik. PT PLN (Persero) segera memulihkan gangguan pasokan listrik setelah pemadaman akibat gempa tektonik, Minggu (5/8/2018).
"Kami bergerak cepat menangani gangguan pasokan listrik ke pelanggan akibat gempa bumi di Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8)," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan, Senin (6/8/2018).
Sebelumnya, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN I Made Suprateka mengatakan aliran listrik di Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih padam setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 Wita.
"Saat gempa terjadi beberapa daerah yang disuplai sistem Lombok masih menyala dengan beban 50 megawatt [MW] dari beban sistem normal sebesar 220 MW," kata I Made Suprateka, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Senin.
Adapun dua sistem kelistrikan lainnya di NTB, yakni sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima sebagian besar menyala dan aman, walaupun ada beberapa sebagian kecil daerah yang masih padam.
Made mengatakan untuk memulihkan pasokan listrik di daerah terdampak gempa, khususnya di Lombok Timur, dan Lombok Utara, PLN dengan cepat melakukan inventarisasi kondisi aset di semua lokasi pembangkit.
Selain itu, pemulihan listrik di daerah padam secara bertahap sesuai standard operasional prosedur dan mengantisipasi gempa susulan.
"Kami juga berkoordinasi dengan unit-unit PLN lain seperti Bali dan Jawa Timur untuk bantuan personel, peralatan, dan material," ujarnya.
PLN mengimbau kepada masyarakat serta pegawai PLN, anak perusahaan dan mitra kerja untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Masyarakat juga harus waspada dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, pada Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 WITA.
Pusat gempa terletak pada 8.37 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi telah berakhir pukul 21.25 Wita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.