Keterlibatan WNI dalam Bom Filipina Didalami Polisi

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Agustus 2018 19:34 WIB
Keterlibatan WNI dalam Bom Filipina Didalami Polisi

Ilustrasi terorisme/JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA-Dugaan keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) dalam peristiwa bom mobil berkekuatan besar di Pulau Basilan, Filipina Selatan, Selasa (31/7/2018) masih didalami Mabes Polri dengan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Sedang dikoordinasikan BNPT dan otoritas Filipina. Sedang didalami karena di Filipina," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin, di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Setelah didalami, Wakalpolri berjanji akan memaparkan hasilnya kepada publik ke depan.

Namun, ia mengaku memerlukan waktu dalam mendalami hal tersebut, karena kondisi geografis Filipina Selatan hutan rimba sehingga susah untuk menembusnya.

"Apalagi Filipina Selatan hutan rimba susah menembusnya, sama seperti mau menembus Suriah sana," ujar dia.

Bom mobil di Pulau Basilan, Filipina Selatan pada Selasa (31/7/2018) pukul 05.50 waktu setempat menewaskan enam orang, termasuk seorang tentara dan empat anggota milisi.

Laporan mengenai ledakan itu menyebutkan "satu mobil berwarna putih" meledak di pos pemeriksaan militer di Desa Colonia di Kota Lamitan.

Militer menyatakan gerilyawan Abu Sayyaf diduga berada di belakang serangan tersebut.

Kelompok Abu Sayyaf adalah kelompok kecil yang melakukan kekerasan yang beroperasi di pinggir barat Pulau Mindanao di Filipina Selatan serta di Kepulauan Sulu yang membentang dari Mindanao. Mereka memiliki nama buruk karena melakukan pemboman di Filipina Selatan.

Kelompok itu telah berjanji setia kepada ISIS dan telah melakukan penculikan untuk minta tebusan baik orang Filipina maupun warga negara asing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online