Muse Meta Tembus 3,4 Juta Unduhan, Kalahkan Awal ChatGPT
Muse milik Meta menembus 3,4 juta unduhan dan tumbuh lebih cepat dari ChatGPT, Claude, serta Grok pada awal peluncurannya.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA-Pertemuan lanjutan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperkirakan akan membicarakan koalisi serta kemungkinan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terbaik.
Pengamat politik dari LSI Denny JA, Aji Al Farabi, mengatakan hal tersebut ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Senin, menanggapi rencana pertemuan SBY dan Prabowo pada hari ini, setelah tertunda dari jadwal yang ditentukan sebelumnya pada Minggu (29/7/2018) malam.
Menurut Aji, Partai Gerindra dan Partai Demokrat hampir dapat dipastikan akan membangun koalisi menghadapi pemilu presiden 2019, karena kedua partai tersebut memiliki visi yang sama.
"Dari pertemuan kedua ketua umum partai tersebut, Pak Prabowo dan Pak SBY, pada 24 Juli lalu, keduanya memiliki komitmen yang sama, soal penyelenggaraan pemilu 2019, situasi nasional, serta harapan terhadap pemimpin untuk lima tahun ke depan," kata Aji Al Farabi.
Peneliti pada LSI Denny JA menjelaskan, dari empat partai politik yang berada di luar koalisi partai pendukung Joko Widodo, Gerindra dan Demokrat, memiliki posisi tawar lebih tinggi, karena memiliki jumlah kursi di parlemen lebih banyak, dibandingkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Partai Gerindra, kata dia, memiliki tokoh yag akan diusung sebagai capres yakni Prabowo Subianto, sedangkan Partai Demokrat juga memiliki putra ketua umum yang akan diusung sebagai cawapres yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Gerindra dan Demokrat, akan menjadi motor koalisi empat partai, tinggal menyepakati siapa capres dan cawapres yang akan diusung," katanya.
Aji menambahkan, SBY usai pertemuan dengan Prabowo di kediamannya di Perumahan Taman Patra Kuningan, Selasa (24/7) lalu, kepada pers mengatakan bahwa usulan cawapres dari Partai Demokrat untuk mendampingi Prabowo Subianto, tidak harus putranya Agus Harimurti Yudhoyono. "Itu artinya, Pak SBY dan Pak Prabowo, masih terbuka untuk mendiskusikan siapa figur cawapres terbaik untuk mendampingi Pak Prabowo," katanya.
Bahkan ada kemungkinan, kata Aji, juga membicarakan siapa figur calon presiden yang terbaik, karena koalisi empat partai politik ini juga memiliki strategi untuk memenangkan pemilu presiden 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Muse milik Meta menembus 3,4 juta unduhan dan tumbuh lebih cepat dari ChatGPT, Claude, serta Grok pada awal peluncurannya.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.
Penumpang WNA KAI Daop 6 mencapai 264.335 orang hingga September 2026, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Riko Simanjuntak mengungkap latihan PSS Sleman selama jeda internasional sangat ketat. Tim bersiap menghadapi PSM Makassar.
Pemkot Jogja menargetkan 15 KKMP unggulan. Satu koperasi tiap kecamatan akan menjadi pilot project dengan pendampingan OPD.