SE Guru Non-ASN Terbit, Guru Honorer Kini Lebih Tenang Mengajar
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Ilustrasi gempa bumi./IST-Liputan6.com
Harianjogja.com, MATARAM-Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter (SR), Minggu (29/7/2018), pukul 06.47 WITA. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa bumi tersebut pada koordinat 8,26 lintas selatan, dan 116,55 bujur timur.
"Lokasi gempa terjadi di regional Sumbawa pada kedalaman 10 KM," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, sambil mengimbau warga untuk berada di luar rumah.
Hingga berita ini diturunkan, gempa susulan beberapa kali terjadi dan dirasakan warga kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB.
"Getaran gempa cukup besar dan relatif lama. Guncangan juga masih terasa," kata Amroni, salah seorang warga kelurahan Kebon Sari, Kota Mataram, yang berhamburan keluar rumah bersama seluruh anggota keluarganya saat terjadi gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.