Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman/JIBI-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA-Program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pondok pesantren menuju lumbung pangan dunia diluncurkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Makassar, Sabtu (28/7/2018).
Dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu, Amran mengatakan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren itu merupakan wujud dan implementasi arus baru ekonomi Indonesia melalui koperasi dan UMKM.
"Pasalnya, jika umat bisa digerakkan semua, Indonesia pasti bisa menguasai dunia, menjadi negara super power," katanya.
Pada peluncuran itu dilakukan penandantangan nota kesepahaman antara Menteri Pertanian dengan MUI dan Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) di mana turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma\'ruf Amin, Ketua KMSN Solahudin, Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir, dan Ketua MUI se-Sulawesi Selatan.
"Kerja sama dengan MUI dan KMSN di era Pemerintahan Jokowi-JK ini pertama dalam sejarah. Polanya langsung \'action\', kita sudah kerjakan lebih awal, diformalkan hari ini. Kita kerja dulu baru MoU, yang jelas yang kita butuhkan adalah hasilnya, rakyat menunggu. Kalau umat bergerak, Indonesia pasti hebat," tutur Amran.
Amran juga menekankan pihaknya bertekad untuk terus mengoptimalkan bantuan guna mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Ia menilai kerja sama antara MUI dan KMSN diyakini mampu mendorong kemajuan pembangunan pertanian, contohnya budidaya jagung di Lampung, Bengkul, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, yang telah berhasil.
"Ini perintah Bapak Presiden agar bantuan langsung menyentuh rakyat dan berdampak langsung tingkatkan kesejahteraan. Sebab, kalau umat bisa digerakan semua, Indonesia pasti bisa menguasai dunia, menjadi negara super power. Kalau pesantren digerakan secara bersama, pertanian akan maju," tegasnya.
Ketua MUI Ma\'ruf Amin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas respons terhadap arus baru pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor pertanian.
Menurut dia, MUI ikut tanggung jawab melakukan pemberdayaan ekonomi umat karena ulama harus mengambil ruang dalam menghilangkan kemiskinan.
"Pesantren punya kekuatan menggerakan ekonomi umat. Dan Indonesia menuju lumbung pangan dunia optimis bisa dicapai. Karena Indonesia punya potensi sumber daya alam dan manusia yang besar. Kita tidak perlu menunggu lama terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," bebernya.
Sementara itu, Ketua KMSN Solahudin mengatakan lembaganya merupakan sebuah koperasi yang dibentuk MUI. KMSN telah bermitra dengan pesantren se Indonesia dengan mengembangkan jagung, padi dan ikan karamba serta komoditas pangan lainnya.
Ia menilai kebijakan Menteri Amran melarang masuknya impor merupakan kunci agar petani terus meningkatkan produksi dan kesejahteraan serta meningkatkan daya saing. Terbukti, dampak kebijakan melarang impor jagung, petani binaan KMSN bisa menanam jagung, salah satunya di Merauke.
Bantuan dari menteri Amran berupa traktor R4 10 unit, benih jagung 50 ton, bibit durian 3.000 pohon, bibit jeruk 10.000 pohon, kakao 50.000 pohon, kopi 50.000 pohon, sapi 100 ekor, ayam 10.000 ekor dan bimbingan teknis diharapkan dapat mendorong ekonomi umat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.