Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, PALEMBANG- Proses renovasi di Mapolsek Ilir Barat II l, Palembang, Sumatera Selatan dimanfaatkan tahanan untuk melarikan.
Sebanyak enam tahanan Mapolsek Ilir Barat II l, Palembang, Sumatera Selatan, melarikan diri setelah menjebol atap sel, Jumat (20/7/2018).
Keenam tahanan itu ialah Ibrahmi Lakoni, M Afrizal, Deri Irwansyah, Aldino, Ahmad Fikri dan Suci Syahrul Romadoni.
Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Palembang Komisaris Maruly Pardede mengatakan, tahanan tersebut memanfaatkan kondisi Polsek Ilir Barat II yang saat ini tengah direnovasi untuk melarikan diri.
Enam tahanan itu diduga mendapatkan alat pemotong besi berupa gergaji, hingga akhirnya bisa menjebol atap di dalam sel tahanan.
Meski demikian, empat dari enam tahanan yang kabur sudah bisa ditangkap. Keempat orang yang kembali ditangkap itu ialah Ibrahmi Lakoni, M Afrizal, Deri Irwansyah, Aldino, di kawasan Kecamatan Kertapati yang merupakan perbatasan Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir.
“Empat tersangka sudah ditangkap di Kecamatan Kertapati, perbatasan Palembang dan Ogan Ilir, ada dua lagi yang masih dicari. Mereka kabur setelah memotong ventilasi udara memakai gergaji besi, ” kata Marully.
Keempat tahanan itu ditangkap setelah polisi mendapat informasi dari warga. Mengetahui kedatangan petugas, empat tersangka tersebut mencoba bersembunyi di rawa-rawa untuk mengelabui polisi.
Nahas, meskipun sudah masuk ke dalam lumpur, persembunyian mereka masih dapat diketahui petugas.
“Mereka sedang bersembunyi di rawa-rawa saat kami datang. Menurut warga mereka ini datang memakai kendaraan, dugaannya ada yang menjemput para tersangka saat akan kabur,” jelasnya.
Saat ini, para petugas penjagaan telah menjalani proses pemeriksaan di Propam Polresta Palembang untuk menelisik apakah ada kelalaian atau tidak.
“Seluruh anggota piket masih diperiksa, nanti akan dilihat apakah ada kelalaian atau tidak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.