Puncak Arus Balik, Ribuan Pemudik Padati Pantai Klotok dan Sembukan
Wisatawan serbu Pantai Klotok dan Sembukan Wonogiri pada H+3 Lebaran 2026. Dominasi pemudik asal Jakarta dan Semarang picu lonjakan pendapatan tiket.
Ilustrasi air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Sedikitnya 656 keluarga atau sekitar 1.914 jiwa di Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah terancam krisis air bersih pada musim kemarau ini. Mereka berdomisili di daerah rawan kekeringan saat kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo siap mengirim bantuan air bersih apabila ada permohonan dari pemerintah desa. Daerah rawan kekeringan di Weru terdapat di empat desa yakni Alasombo, Jatingarang, Ngreco, dan Tawang.
Perinciannya, jumlah keluarga di Desa Alasombo sebanyak 120 keluarga, Jaringarang 105 keluarga, Ngreco 356 keluarga, dan Tawang 75 keluarga. Biasanya, saat puncak musim kemarau, warga kesulitan mencari air bersih di wilayah masing-masing.
Sumber air seperti sungai dan bendungan mengering. Mereka mengandalkan pasokan air bersih sumbangan para donatur atau Pemkab Sukoharjo.
“Kami bakal berkoordinasi dengan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo untuk pengiriman bantuan air bersih ke daerah kekeringan. Daerah terdampak kekeringan paling parah di Weru lantaran kondisi geografisnya perbukitan dan pegunungan,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam BPBD Sukoharjo, Sarwiji, Rabu (18/7/2018).
Wilayah Sukoharjo bagian selatan menjadi daerah paling rawan kekeringan. Selain Weru, daerah lain yang rawan kekeringan yakni Tawangsari terutama di Desa Watubonang. Di desa itu, terdapat 250 keluarga yang rawan krisis air saat musim kemarau.
Hingga saat ini belum ada permintaan pasokan air bersih dari masyarakat. Namun, tak menutup kemungkinan ada permintaan pasokan air bersih pada puncak kemarau.
“Sukarelawan bakal memantau daerah rawan kekeringan selama musim kemarau. Mereka bakal berkoordinasi dengan perangkat desa setempat,” kata Sarwiji.
BPBD Sukoharjo telah melakukan studi penelitian terkait potensi sumber air di beberapa daerah kekeringan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan secara permanen.
Daerah yang memiliki potensi sumber air akan menjadi lokasi pengeboran tanah untuk sumur dalam. Warga setempat bisa memanfaatkan air sumur dalam untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari dan mengairi lahan pertanian.
Pengeboran tanah bakal dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo. “Kami selalu berkomunikasi dengan instansi terkait selama studi penelitian sumber air,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala Desa Tawang, Kecamatan Weru, Maryanto, menyatakan telah mendata warga di daerah rawan kekeringan pekan lalu. Hasil pendataan itu ada 75 keluarga yang rawan krisis air bersih. Mereka berdomisili di Dusun Tawang dan Babalan tepatnya di lereng Gunung Taruwongso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB
Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih menjadi mobil hybrid terlaris Juli 2026. Mitsubishi Xforce HEV langsung masuk jajaran 10 besar.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.