MA Tolak PK, Vonis Korupsi Selter Tsunami Lombok Tetap Berlaku
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Potongan layar video pertama anak-anak tim sepakbola Thailand yang diselamatkan dari gua menunjukkan mereka dalam perawatan di rumah sakit. /Istimewa via Reuters
Harianjogja.com, CHIANGRAI (THAILAND)- Pemerintah Thailand merilis video pertama tentang anak-anak Thailand yang diselamatkan dari gua yang terendam banjir setelah 17 hari disiarkan pada Rabu (11/7/2018).
Video tersebut memperlihatkan mereka tersenyum dan melambaikan tangan dari tempat tidur rumah sakit. Mereka tampak kurus tetapi sehat setelah siksaan yang mereka alami menggemparkan dunia.
Kelompok terakhir dari 12 tim sepak bola "Wild Boars" yang beranggota 12 anak-anak dan pelatih mereka dibawa keluar gua Tham Luang, dekat perbatasan dengan Myanmar, pada Selasa (10/7/2018) malam, mengakhiri penyelamatan berbahaya dan mengundang bantuan internasional dan suka cita.
Kepala Misi Pertolongan Narongsak Osottanakorn mengatakan dalam jumpa pers, kelompok itu masih anak-anak dan tak seorangpun bisa disalahkan.
"Kami tak melihat anak-anak itu melakukan kesalahan atau sebagai pahlawan. Mereka hanyalah anak-anak, ini kecelakaan," kata Narongsak.
Sebuah video tentang anak-anak itu di rumah sakit diperlihatkan di jumpa pers tersebut. Beberapa di antara mereka mengenakan pakaian pasien, berbaring di tempat tidur. Beberapa duduk dan membuat "isyarat perdamaian" kepada kamera.
Tak satupun di antara mereka terdengar berbicara dalam video itu yang diperlihatkan di jumpa pers.
Berat badan 12 anak-anak dan pelatih mereka rata-rata turun 2 kg selama di dalam gua tetapi pada umumnya dalam kondisi baik dan tak ada tanda-tanda stress, kata seorang pejabat senior kesehatan sebelumnya.
Setelah satu per satu dibawa keluar gua itu pada Ahad, mereka diangkut oleh helikopter ke rumah sakit di kota Chang Rai, sekitar 70 km untuk dikarantina.
Anak-anak itu akan mendapat perawatan di rumah sakit hingga 10 hari, kata Chaiwetch Thanapaisal, direktur rumah sakit dalam jumpa pers. Mereka keemudian perlu mendapat perawatan lanjutan di rumah selama 30 hari, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara, Reuters
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.