Pengamat Politik : Peran Ma'ruf Amin Belum Berpengaruh Dongkrak Elektabilitas
Peran Cawapres Maruf Amin sebagai calon pendamping Joko Widodo dinilai belum berpengaruh mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut.
Wapres Jusuf Kalla
Harianjogja.com, JAKARTA— Kabar tentang rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla akan maju dalam bursa calon Presiden 2019-2024 ditanggapi. Namun, ia menjawab dengan nada berkelakar.
Pertanyaan yang dilontarkan para awak media terkait dukungan Jusuf Kalla atau JK pada kontestasi demokrasi 2019 bukan tanpa alasan.
Pada 4-10 Agustus 2018 mendatang, pendaftaran calon presiden dan wakil presiden yang akan mengikuti pemilu 2019 akan dilakukan.
Banyak pihak menilai, dalam kontestasi politik tersebut JK akan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh. Dukungannya akan sangat dinantikan berbagai kubu politik.
JK sangat kecil kemungkinkan mencalonkan diri menjadi presiden. Dalam beberapa kesempatan, dia mengatakan lebih baik tokoh yang lebih muda yang maju sebagai calon presiden.
Di sisi lain, hasil riset sejumlah lembaga survei menyebut elektabilitas JK untuk menjadi presiden sangat kecil. Elektabilitas JK kalah jauh jika dibandingkan dengan calon petahana Presiden Joko Widodo atau Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
JK pun tidak bisa mendampingi kembali Presiden Joko Widodo pada pemilu presiden 2019. JK terbentu Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i UU No. 7/2017 tentang Pemilu yang mengatur larangan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden yang pernah menjabat dua periode.
Terkait hal itu, awak media bertanya apakah JK akan tetap berada di kubu Presiden Joko Widodo saat pemilu presiden 2019.
Pertanyaan itu dilontarkan seusai acara Widiakarya Nasional Pangan dan Gizi yang dihadiri pula Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
“Masa dukung anda,” jawab JK sambil tersenyum, Selasa (3/7).
“Pasti dukung Pak Jokowi. Atau kalau Ibu Puan mau, kita dukung juga,” lanjutnya.
Awak media pun bertanya kepada JK terkait peluang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kontestasi pemilu presiden 2019. Seperti diketahui, JK dikenal dekat dengan Anies.
“Kalau Pak Anies,” ujar seorang wartawan.
“[Didukung] jadi gubernur,” ucap JK sambil kembali tersenyum.
“Ada peluang,” tanya wartawan lagi.
“Kau juga punya peluang, semua orang punya peluang,” timpal JK.
Para awak media pun bertanya terkait rencana pertemuan JK dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Selasa (3/7) sore.
Pertemuan itu dinilai akan membicarakan rencana Airlangga yang ingin mendampingi Presiden Joko Widodo pada pemilu presiden 2019.
“Saya kan bekas ketua Golkar, jadi ketemu Ketua Golkar ya nasehati,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Peran Cawapres Maruf Amin sebagai calon pendamping Joko Widodo dinilai belum berpengaruh mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut.
Ramalan zodiak Kamis 14 Mei 2026 memprediksi banyak hubungan mulai memanas, dari persoalan asmara hingga tekanan pekerjaan.
Daftar lokasi kamera ETLE Jogja 2026 lengkap dengan jenis pelanggaran yang langsung terekam dan cara cek tilang elektronik secara online.
Makna Kenaikan Yesus Kristus 2026 bagi umat Kristiani, mulai dari pengharapan, penyertaan Tuhan, hingga panggilan hidup peduli sesama.
SIM yang habis saat libur 14–15 Mei 2026 di DIY masih bisa diperpanjang tanpa denda pada 16 Mei 2026. Simak syarat lengkapnya.
Daftar 15 lagu rohani Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang cocok untuk ibadah gereja, doa keluarga, dan renungan pribadi umat Kristiani.