KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6/2018)./Reuters-Johannes P. Christo
Harianjogja.com, KARANGASEM -- Gunung Agung mengalami letusan strombolian lantaran akumulasi tekanan akibat erupsi efusif yang telah terjadi selama satu bulan ini.
Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Agung telah terjadi sejak 13 Mei 2018 lalu.
Erupsi efusif yang terjadi selama ini memberikan konsekuensi peningkatan tekanan dalam tubuh gunung. Hal ini pun terjadi kurang lebih selama satu bulan. Sehingga, erupsi yang terjadi pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA merupakan bentuk pelepasan tekanan tadi.
Kata dia, sebelumnya pada Senin (2/7/2018) pukul 18.00 WITA hingga sebelum terjadi letusan, Gunung Agung memang memperlihatkan kondisi tenang.
Namun, sebenarnya saat itu lapisan atas dalam konsisi dingin sehingga lava yang akan keluar membeku. Ketika lava yang akan keluar seluruhnya membeku dan menutupi jalan, maka letusan strombolian pun terjadi. "Aktivitas yang tinggi pada hari ini bukan dibangun dalam sehari," katanya, Senin (2/7/2018).
Kata dia, pada 28-29 Juni 2018 lalu, Gunung Agung telah mengalami letusan efusif yakni lava mengalir di permukaan.
Magma yang akan keluar lebih dulu membeku sehingga menjadi keras dan sulit dilepaskan.
Kondisi Gunung Agung saat ini mengalami letusan Strombolian akibat kondisi tertutupnya jalan keluar lava.
Adapun loncatan lava pijar keluar dari perut Gunung Agung sejauh 500-2.000 meter dari puncak. Ketika lava pijar tersebut mengenai hutan di sekitar puncak gunung yang banyak terdapat pohon, terjadilah kebakaran.
Pantauan Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, dari wilayah Amed, hutan di sekitar Gunung Agung memang terlihat terbakar. Beberapa warga pun ada yang nampak menonton dari kejauhan.
"Kalau di hutan area puncak kan memang banyak pohon sehingga wwayar terjaid kebakaran, lavva inj memang panas sekali dan mampu membakar tanaman," katanya.
Sebelumnya, PVMBG melaporkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada Senin( 2/72018) pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak atau 5.142 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman.
Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Pemerintah dan DPR menyepakati BPIH 2027 Rp98,46 juta. Setelah subsidi pemerintah, jamaah hanya perlu melunasi sekitar Rp23,24 juta.
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dkk didakwa menerima Rp352 miliar hasil TPPU periode 2020–2026 melalui sejumlah modus.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.