Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, CILACAP-Seluruh wilayah di Jawa Tengah diprakirakan memasuki musim kemarau pada Juli kendati masih terjadi hujan ringan hingga sedang, kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap Teguh Wardoyo.
"Berdasarkan peta prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, seluruh wilayah Jateng telah memasuki musim kemarau pada bulan Juli. Kendati demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada bulan Juli," katanya di Cilacap, Senin (2/7/2018).
Bahkan, kata dia, daerah di pegunungan tengah Jateng seperti Banyumas bagian timur-utara, sebagian besar wilayah utara Purbalingga, sebagian besar wilayah utara Banjarnegara, sebagian kecil wilayah utara-barat Wonosobo, sebagian besar wilayah barat-selatan Batang, sebagian besar wilayah selatan Pekalongan, dan sebagian wilayah selatan-timur Pemalang masih berpotensi terjadi hujan dengan curah 51-100 milimeter selama Juli.
Akan tetapi, lanjut dia, curah hujan sebesar 51-100 milimeter sudah masuk kategori musim kemarau karena kurang dari 150 milimeter per bulan.
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan awal yang dikeluarkan BMKG, musim kemarau pada 2018 berlangsung normal.
Teguh mengatakan angin kencang juga masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jateng pada Juli.
"Apalagi saat sekarang di Samudra Pasifik sebelah timur laut Taiwan muncul badai tropis Pratiroon dengan tekanan udara di pusatnya mencapai 985 milibar, sedangkan di wilayah Australia bagian tenggara terdapat daerah tekanan tinggi yang saat ini mencapai 1.026 milibar," katanya.
Ia mengatakan perbedaan tekanan udara yang signifikan tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin yang bertiup dari belahan bumi selatan menuju utara.
Menurut dia, peningkatan kecepatan angin tersebut juga berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dia mengakui bahwa saat ini gelombang di perairan selatan Jateng dan DIY tidak setinggi beberapa hari sebelumnya karena sebagian angin yang bertiup di wilayah belahan bumi selatan berbelok menuju daerah tekanan rendah yang muncul di Samudra Hindia Barat.
"Akan tetapi pada akhir pekan ini, sekitar tanggal 7 dan 8 Juli, ketinggian gelombang diprakirakan kembali mengalami peningkatan. Kami akan terus memantau perkembangan cuaca khususnya di wilayah Jateng bagian selatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026