Selundupkan 1,3 Ton Ketamin, 8 Awak MV King Sun Jadi Tersangka
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Mendagri Tjahyo Kumolo./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah pihak mengkritik pemerintah terkait pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Komisaris Jenderal M Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan posisi Ahmad Heryawan (Aher). Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo beserta Iriawan tidak tinggal diam dan membela diri.
Tjahjo Kumolo menegaskan, pelantikan mantan Kapolda Metro Jaya itu menjadi Penjabat Gubernur Jabar sudah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Ia dan tim hukum Kemendagri mengaku telah mengkaji UU terkait sebelum melantik Iriawan.
"Saya tak mungkin sebagai Mendagri melantik tanpa dasar hukum. Kalau melanggar saya dipecat Presiden. Saya juga tak mungkin mengusulkan nama kalau itu melanggar aturan," kata Tjahjo, Selasa (19/6/2018).
Saat ditanya soal kecurigaan pengangkatan Iriawan untuk mengamankan kepentingan politik dalam Pilkada Jabar, Tjahjo menampiknya. Politikus PDIP ini menegaskan tidak ada kepentingan politik di balik hal tersebut. Apalagi tahapan Pilkada menuju pemungutan suara tinggal seminggu lagi.
"Pilkada tinggal seminggu, orang tuh curiga ada apa, enggak ada. Besok saya tanggal 22 melantik penjabat Gubernur Sumut. Pencoblosannya 27. Mau bisa apa. Yang penting melayani masyarakat, tata kelola pemerintah berjalan dengan baik," katanya.
Sementara itu, Komjen M Iriawan menegaskan, dirinya tidak akan mengorbankan kariernya di Polri dengan menyalahgunakan kekuasaan yang baru saja ia emban. Sebab, itu sama saja mencoreng namanya sendiri sebagai putra daerah Jabar. Mantan Asisten Bidang Operasi (Asops) Kapolri itu menegaskan akan netral dalam Pilkada Jabar sebagaimana yang diamanatkan Mendagri Tjahjo Kumolo.
"Saya sudah berdinas di Polri sejak 1984 dan sekarang saya hampir di pengujung karier saya. Apa mungkin saya mau mengorbankan atau menghancurkan karier saya di Polri yang sudah dengan susah payah saya titi selama hampir 34 tahun. Sebagai putra daerah [Kuningan, Jabar] apa mungkin saya mencoreng muka saya sendiri di depan para sesepuh Jabar, dan rakyat Jabar?" jelas Iriawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.