OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Grab/Reuters-Edgar Su
Harianjogja.com, PALEMBANG—Polisi Sumatra Selatan menembak mati satu dari tiga pembunuh dan perampok sopir taksi online Grab, Aji Saputra, pada Rabu (13/6/2018).
Keberhasilan mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan sopir Grab tersebut diungkapkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara seusai melihat kondisi jenazah pembunuh sopir taksi daring itu di Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara di Palembang, Sabtu (16/6/2018) sore.
Kapolda pada kesempatan itu menjelaskan pihaknya hari ini berhasil menangkap tiga tersangka pelaku pembunuh sopir Grab, dengan kondisi dua orang dalam keadaan hidup dan satu meninggal dunia karena saat akan ditangkap melawan petugas.
“Tersangka perampok dan pembunuh sopir taksi daring tersebut ditangkap di Kabupaten Musirawas bersama barang bukti mobil milik korban,” katanya.
Dia menjelaskan kasus perampokan dan pembunuhan sopir taksi daring itu terjadi pada Rabu (13/6) malam, pada saat itu korban menerima permintaan dari rombongan tersangka dan menjemput mereka di pusat pertokoan JM Sukarami dengan tujuan kawasan Jalan Suka Bangun, Palembang.
Dalam perjalanan mengantar tersangka, korban dihabisi ketiga pelaku dan mayatnya dibuang di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin perbatasan dengan Musirawas.
Jenazah sopir taksi daring itu ditemukan masyarakat yang akan memancing ikan pada Kamis (14/6/2018) sore tersangkut di bawah jembatan Kompleks Perumahan Pemda.
Saat korban ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan di tubuhnya terdapat bekas jeratan pada leher dan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan.
Jenazah korban sudah diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarganya, sementara jenazah seorang tersangka saat ini masih diamankan di RS Bhayangkara untuk kepentingan penyidikan, sedangkan dua tersangka yang masih hidup sedang menjalani pemeriksaan intensif, kata Irjen Zulkarnain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.