Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Titip Pesan untuk Generasi Muda
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Petani mengamati keindahan Gunung Merapi dari areal persawahan di Wukirsari, Sleman, Selasa (22/5/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KLATEN- Menjelang Lebaran, warga Desa Balerante, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah lebih memilih tetap bertahan di tempat tinggalnya di kawasan lereng Gunung Merapi, meskipun sejak beberapa waktu lalu terjadi letusan minor.
"Kondisinya memang tidak seramai jelang Lebaran tahun lalu, masyarakat memilih untuk bertahap tetapi tetap waspada," kata Kepala Desa Balerante Sukono di Klaten, Minggu (10/6/2018).
Ia mengatakan menyikapi peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, terus berjaga-jaga.
Bahkan, pada malam hari mereka melakukan penjagaan secara bergiliran di desanya untuk antisipasi terjadinya peningkatan aktivitas Merapi.
"Dengan begitu manakala Merapi mengancam maka masyarakat yang berjaga-jaga bisa cepat memberikan bantuan kepada warga lain," katanya.
Ia mengatakan pusat Desa Balerante terletak sekitar delapan kilometer dari pusat erupsi yang berada di puncak Merapi.
Ia mengatakan desa dengan 1.967 warga itu, jika dilihat lokasinya, merupakan daerah di Klaten yang paling terancam jika terjadi erupsi Merapi.
"Kalau dilihat dari yang sudah-sudah, desa ini dilalui langsung oleh material dari Gunung Merapi. Oleh karena itu, kewaspadaan terus kami tingkatkan," katanya.
Dia mengatakan erupsi Merapi Jumat (1/6/2018) sekitar pukul 08.20 WIB mengakibatkan terjadinya pengungsian sekitar 100 warga yang bertempat tinggal di dukuh paling atas.
"Warga mengungsi di titik kumpul sementara yaitu di Kantor Desa Balerante. Meski demikian, warga hanya mengungsi sekitar tiga hari," katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemda setempat di mana pada siang harinya Bupati Klaten Sri Mulyani langsung berkunjung ke Balerante untuk memastikan kondisi warga.
Selain itu, Sri Mulyani juga membawa bantuan berupa makanan instan, air minum, dan masker.
"Sejauh ini juga belum ada rekomendasi untuk warga agar mengungsi karena memang statusnya masih waspada. Kalau siaga baru ada arahan untuk mengungsi," katanya.
Seorang warga setempat, Senen (35), mengatakan warga hanya menunggu perintah dari kepala desa terkait dengan perkembangan kondisi Merapi.
"Kalau memang harus mengungsi ya nanti kami ngungsi bareng-bareng. Kalau sekarang masih aman, kami juga masih beraktivitas biasa. Mudah-mudahan Lebaran juga kondisinya aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.
Kabinet Merah Putih memaparkan 12 capaian strategis hingga Juli 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, BUMN, hingga pasar karbon.
KPK mengangkut dua mobil sitaan dari Pendopo Bupati Lombok Barat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap proyek senilai Rp12,4 miliar.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.