Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ilustrasi medsos
Harianjogja.com, JOGJA- Membaca atau menonton berita ternyata juga bisa membuat masyarakat kelelahan. Begitu hasil survei di Amerika Serikat.
Berita belakangan ini hampir tidak bisa dihindari. Jaringan berita kabel 24 jam, pasokan situs berita yang hampir tiada henti, dan media sosial, tampaknya menjadi faktor gabungan yang membuat warga Amerika Serikat merasa lelah.
Hampir 70% orang yang ditanyai dalam survei baru-baru ini mengaku lelah akan banyaknya berita, menurut survei baru-baru ini oleh Pew Research Center yang berbasis di Washington. Sebanyak 30% sisanya mengaku menyukai jumlah berita yang mereka peroleh.
Baik Demokrat maupun Republik sama-sama merasa kelelahan, tetapi Pew mendapati kaum Republik dan orang yang condong ke Republik cenderung menyampaikan rasa lelah itu, dengan 77% mengaku bosan atas berita itu. Bandingkan dengan 61% di kalangan orang Demokrat dan yang condong Demokrat.
Pew juga mendapati, mereka yang berpandangan kurang menyenangkan terhadap media berita, cenderung mengaku lelah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Lansia miskin di Kota Jogja yang kehilangan bantuan PKH berpeluang menerima bantuan ASLUM dari Pemkot Jogja sebesar Rp900.000.
KPK memastikan Febrie Adriansyah telah memakai rompi tahanan dan menerima kunjungan keluarga di Rutan Gedung Merah Putih KPK.
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.