Santri Diminta Ikut Bendung Hoaks

Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi Selasa, 29 Mei 2018 16:10 WIB
Santri Diminta Ikut Bendung Hoaks

Ilustrasi/Istimewa

Harian.com, SEMARANG- Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemkominfo) meminta kalangan santri ikut menangkal berita palsu atau hoaks yang saat ini sangat marak.

Sektretariat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Sadjan mengatakan, selain menangkal hoax, santri juga harus paham wawasan keindonesiaan agar tidak mudah terprovokasi hoaks yang beragam.

"Santri harus paham tentang kebangsaan, harus punya komitmen menjaga, mempertahankan dan dan mengisi NKRI. Kalau masyarakat dan santri sudah memahami keindonesiaan, mereka sudah pasti tidak akan bisa kena hoax yang macam-macam," kata Sadjan di Semarang, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, selain pesantren sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dari sektor keagamaan. Pesantren juga harus punya pemahaman tentang dunia digital sehingga tidak ketinggalan teknologi.

"Di era digital ini, santri harus bisa gunakan media sosial secara baik. Supaya para santri ini tidak gaptek, tidak ketinggalan. Tidak hanya itu, santri juga harus gunakan media sosial untuk kegiatan komunikasi secara benar, baik untuk diri sendiri dan lingkungannya," ujarnya.

Selain itu lanjut Sadjan, santri sebagai generasi penerus harus siap dan tangguh saat menjadi seorang pemimpin. Pasalnya generasi muda menjadi harapan negeri ini.

"Santri harus kuat, yakin kalau aku orang Indonesia yang punya komitmen menjaga NKRI," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online