Junjung Tinggi HAM, Kinerja Polri Tangani Kerusuhan Rutan Teroris Diapresiasi

Nina Atmasari
Nina Atmasari Kamis, 10 Mei 2018 11:37 WIB
Junjung Tinggi HAM, Kinerja Polri Tangani Kerusuhan Rutan Teroris Diapresiasi

Suasana pascakerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. /Suara.com-Welly Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA- Keluarga besar pondok pesantren Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Polri dan aparat terkait  dalam penanggulangan rusuh, teror yang dilakukan oleh para napi teroris di Rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa hingga Kamis (8-10/5/2018).

Beny Susanto, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan mengungkapkan operasi polisi berlangsung secara cepat, terukur dan tetap menjaga hak-hak asasi manusia.

Menurutnya, kinerja tersebut telah menunjukkan negara tidak kalah atas kejahatan teroris, cepat menguasai keadaan dan memberikan rasa aman bagi bangsa dan negara.

"Meskipun terdapat lima korban polisi yang meninggal akibat kebiadaban napi teroris, semoga husnul khotimah dan menjadi syuhada, bunga bangsa, demi menjaga keamanan, ketertiban bangsa dan negara," katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis.

Sementara napi teroris, tegasnya, yang meninggal bukanlah mati syahid, karena melakukan kejahatan terorisme dan membunuh polisi.

Atas dasar itu, ia berharap sudah sepatutnya bangsa dan negara ini berterima kasih atas kinerja Polri, aparat keamanan dalam keistiqomahan dan konsistensinya menanggulangi terorisme.

Insiden tersebut semakin menunjukkan betapa terorisme bukanlah sekedar kejahatan biasa, melainkan luar biasa (extra ordinary crime) yang penanganannya tidak biasa, tidak hanya cukup oleh aparatur keamanan seperti Polri, tetapi seluruh elemen bangsa dan negara secara sinergis.

"Di dalam rumah tahanan saja napi teroris bisa melakukan kejahatan yang demikian biadab, apalagi di luar tahanan," katanya.

Lebih lanjut, ia meminta proses hukum terhadap oknum napiter yang membunuh polisi secara sadis, biadab harus ditegakkan dengan profesional, transparan, demi keadilan dan kepastian hukum.

Untuk itu, Ponpes Sunan Kalijaga mengajak seluruh komponen bangsa dan negara, dengan kapasitas dan potensi masing untuk bersama-sama memberantas terorisme. Tidak ada lagi kata ragu, ataupun malah mendiamkan bahkan mendukung kejahatan terorisme yang masih eksis di tanah air dan di banyak negara.

"Insiden ini bukanlah hanya duka keluarga Polri, tetapi juga duka bangsa dan negara Indonesia yang meninggal pada saat menjalankan tugas, melawan terorisme, penjahat kemanusiaan, peradaban bangsa dan negara," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online