Konferensi pers SBMPTN 2018 di Ruang Sidang Utama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (8/5/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, SLEMAN - Panitia Lokal (Panlok) 46 DIY menerjunkan tim Monitoring Evaluasi (Monev) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di hari pertama ujian mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB.
Tim tersebut sempat menemukan dugaan perjokian. Namun, kecurigaan perjokian yang sempat ditemukan panitia tidak terbukti.
Koordinator Panlok 46 DIY Prof Margana mengatakan panitia sempat menemukan tiga nama yang sama dengan lokasi berbeda-beda yaitu di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Dari tiga nama yang sama, asal sekolah dan nama orang tua juga sama.
"Kami terjunkan tim monev untuk menyelidiki, ternyata dua nama itu kosong. Berarti itu bukan perjokian. Hanya saja dia mendaftarnya kedobel [terekam ganda] pas ganti jurusan," kata Margana, Selasa (8/5/2018).
Margana mengatakan pelaksanaan SBMPTN 2018 mengalami peningkatan dalam hal ketertiban. Dia mengatakan tidak ada kasus keterlambatan peserta seperti tahun lalu karena sudah diberi batas toleransi 30 menit. Menurut Margana, ketertiban pelaksanaan juga merupakan efek dari sosialisasi peraturan melalui berbagai media sosial.
Margana mengatakan monev dilakukan di lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Inspektorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Irjen Kemenristekdikti) Prof Dr Jamal Wiwoho pun turut melakukan monev ke lokasi tersebut. "Intinya semua lancar, tidak ada masalah signifikan, bahkan tadi pak Irjen juga lihat langsung [ketertibannya],"kata Margana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.