Temui Alumni 212, Mendagri Sebut Jokowi Tak Beda-bedakan Kelompok

Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji Rabu, 25 April 2018 21:35 WIB
Temui Alumni 212, Mendagri Sebut Jokowi Tak Beda-bedakan Kelompok

Tjahjo Kumolo/Antara-M. Agung Rajasa

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan alumni gerakan massa yang dikenal dengan Gerakan 212, merupakan bentuk apresiasi terhadap semua kelompok. Menurutnya, pertemuan Kepala Negara dengan Alumni 212 itu membuktikan bahwa tidak ada rasa dendam sebagai pemimpin negeri.

"Secara prinsip semua pihak harus mengapresiasi karena Pak Jokowi itu Presiden RI. Beliau tidak ada dendam," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (25/4/2018).

Selain itu kata Tjahjo, dengan pertemuan itu, Presiden benar-benar berdiri di atas semua kelompok. Kepala negara, dalam bersilaturahmi tidak membedakan kelompok mana pun. Semuanya di dengar. Itulah salah satu kelebihan Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden tidak ada membedakan kelompok-kelompok masyarakat, semua beliau terima. Itu yang saya akui kelebihan pak jokowi yang tidak semua orang bisa. Termasuk kelompok 212 semua beliau terima, beliau dengar aspirasinya. Didengar keinginannya. Beliau jelaskan mana yang fitnah mana yang tidak benar mana yang ditambah-tambahin," tuturnya.

Menurut Tjahjo, itu adalah tugas seorang Presiden. Tugas seorang pemimpin rakyat, yang tak hanya mengurusi masalah tata kelola pemerintahan, tapi juga menganggap penting silahturahmi dengan sesama anak bangsa.

Maka, Presiden selalu menyempatkan diri bersilahturahmi dengan berbagai elemen bangsa. Intinya, Presiden ingin mendengar langsung aspirasi yang disampaikan. Ia ingin menyerap langsung aspirasi dari tangan pertama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Kabar24.com

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online