Advance Directive: Merencanakan Kepergian dengan Ikhlas dan Kasih
Kanaya duduk terpaku di lorong rumah sakit, tangannya menggenggam dalam posisi berdoa. Ibunya, 75 tahun, kini terbaring di ruang intensif.
Ilustrasi penembakan./JIBI
Harianjogja.com, TANGERANG SELATAN-Polisi menembak mati dua dari tiga pelaku pembobol brankas yang tengah beraksi di salah satu kantor Bank Perkreditan Rakyat Kota Tangerang Selatan. Tindakan itu diambil karena pelaku melakukan perlawanan saat akan ditangkap.
"Kejadiannya pukul 3.00 WIB, pelaku melakukan kegiatan yang mencurigakan di depan salah satu fasilitas keuangan. Pada saat itu Tim Vipers sedang melakukan pengawasan untuk memastikan gerak gerik pelaku," kata Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho di Tangerang Selatan, Selasa (24/4/2018).
Setelah dilakukan pengawasan, Tim Vipers menemukan salah satu pelaku sedang berusaha membobol sebuah pintu Kantor Bank Perkreditan Rakyat, sehingga dilakukan upaya pengamanan.
Namun tindakan pengamanan tersebut ternyata tidak diindahkan. Enggan menyerahkan diri, pelaku justru mengeluarkan tembakan dari senjata api yang belakangan diketahui merupakan rakitan. Tak hanya itu, pelaku juga menabrakkan kendaraannya kepada sepeda motor yang digunakan aparat Polsek Pamulang.
"Karena tidak diindahkan, kami melakukan penindakan terukur. Yakni dengan melepaskan tembakan kepada pelaku yang melakukan perlawanan. Kedua pelaku tewas di tempat," kata dia.
Sementara pelaku lain kabur sehingga saat ini sudah dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Kami saat ini sedang berupaya agar bisa menemukan keberadaan pelaku dan tengah mencari tahu lebih rinci tentang keberadaan sindikat ini," ujar Alex.
Alex menambahkan dari hasil penggerebekan ini, ditemukan berbagai macam alat yang digunakan untuk membobol brankas. Seperti gunting besar, senjata api rakitan, dan HT (Handie Talkie) yang digunakan oleh pelaku untuk saling berkomunikasi.
Dari barang-barang tersebut, Alex menduga jika kelompok ini merupakan spesialis pembobol brankas. Terlebih usai dilakukan penyisiran, para pelaku ternyata sudah membobol sebuah fasilitas keuangan lainnya di daerah yang sama.
"Namun, masih belum dipastikan sebab satu orang pelaku masih buron sampai saat ini. Jadi yang utama, kita temukan DPO terlebih dahulu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kanaya duduk terpaku di lorong rumah sakit, tangannya menggenggam dalam posisi berdoa. Ibunya, 75 tahun, kini terbaring di ruang intensif.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.