Masyarakat Perbatasan Tak Usah Berobat ke Luar Negeri

Thomas Mola
Thomas Mola Jum'at, 20 April 2018 08:00 WIB
Masyarakat Perbatasan Tak Usah Berobat ke Luar Negeri

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan keterangan kepada wartawan pada pembukaan workshop Peningkatan Kemanfaatan Alat Kesehatan Dalam Negeri di Jakarta, Senin (19/3/2018)./JIBI-Annisa Sulistyo Rini

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan meminta masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah perbatasan, untuk tidak usah memeriksakan kesehatan ke luar negeri.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek beralasan fasilitas layanan kesehatan yang ada di perbatasan saat ini sudah mumpuni. Puskesmas di daerah perbatasan kini telah dilengkapi dengan laboratorium dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang mumpuni.

“Selain itu SDM Kesehatan, sarana dan prasarana puskesmas kita sudah mumpuni dan juga melayani KIS [program JKN],” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/4/2018).

Nila menuturkan bagi masyarakat perbatasan, berobat ke luar negeri adalah hal yang biasa dilakukan mengingat fasilitas kesehatan di dalam negeri yang belum memadai. Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan berupaya meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan daerah perbatasan.

Kemenkes membangun 124 puskesmas di daerah perbatasan Indonesia menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017. Dari jumlah itu, hingga sejauh ini pembangunan telah mencapai 80% di mana terdapat beberapa puskesmas telah rampung seperti Puskesmas Entikong dan Puskesmas Balai Karangan.

“Dengan dibangunnya puskesmas tersebut, harapannya di perbatasan bisa mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang optimal di negeri sendiri,” imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online