Digadang-gadang Jadi Cawapres, Begini Komentar Mahfud MD

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Jum'at, 13 April 2018 09:50 WIB
Digadang-gadang Jadi Cawapres, Begini Komentar Mahfud MD

Mahfud MD/Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyambut baik deklarasi Partai Gerindra, yang secara resmi mengusung Ketua Umumnya, Prabowo Subianto untuk menantang Joko Widodo pada Pemilihan Presiden tahun 2019.

Dengan pencalonan Mantan Danjen Kopassus itu, kata Mahfud, maka rakyat akhirnya memiliki alternatif pilihan, sebab sejauh ini yang hampir pasti mencalonkan diri hanya Presiden Jokowi semata.

“Ini hal yang positif. Menurut saya agar rakyat segera menjejak track record, mulai sekarang menegaskan diri, jangan detik terakhir baru mau muncul, enggak bagus juga, mestinya sudah dihitung matang-matang, kalau detik terakhir itu kan nunggu saling salib saja. Artinya dari awal menegaskan,” jelas Mahfud di Kompleks Kepatihan, Kamis (12/4/2018).

Ahli hukum tata negara ini melanjutkan, dengan munculnya nama Prabowo, maka tidak ada lagi kerisauan mengenai calon tunggal. Ia menyatakan, calon tunggal tidak sesuai dengan cita-cita demokrasi yang senantiasa memberikan alternatif pilihan bagi rakyat.

Menurutnya, ada banyak tokoh yang potensial jadi cawapres, seperti Kapolri Tito Karnavian, Menteri Ekonomi Sri Mulyani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan nama-nama lainnya.

Saat ditanya mengenai kemunculan namanya pada rekomendasi cawapres dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia mempersilakan hal tersebut, sebab begitulah demokrasi. Semakin banyak pendapat semakin bagus.

Nanti saya jawab yang menawari, masak jawabnya ke wartawan. Ditawari saja enggak. Jadi begini, penentuan capres itu oleh partai. Penentuan cawapres itu oleh partai dan capres. Pencalonan Jokowi kan sudah tinggal formalitas, jadi yang menentukan ya Pak Jokowi dengan partai pengusung. Kalau pak prabowo juga gitu. Itu yang harus dihormati, kalau menawarkan diri tapi, kalau parpol dan capres tidak menyeutujui, kan enggak ada gunanya, walaupun sudah bikin baliho dan survei,” jelansya saat ditanya mengenai kemungkin menjadi cawapres.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online