DPR RI: Jangan Tutup-Tutupi Korporasi Pelaku Karhutla yang Nakal
DPR RI mengharapkan agar penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan memenuhi prinsip keadilan.
Gatot Nurmantyo/Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA– Relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) meyakini partai politik akan mengusung Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden apabila elektabilitas mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia tersebut terus meningkat seiring gerak relawan di seantero Tanah Air.
“Dari berbagai survei, kami melihat tren Pak Gatot Nurmantyo positif. Dengan kerja relawan akan terus menaikkan elektabilitas,” kata Ketua Presidium Nasional Relawan GNR Dondi Rivaldi di Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Dondi menuturkan kelompoknya akan memperluas jejaring relawan ke seluruh Indonesia sejak dideklarasikan hari ini di Jakarta. Dia mengklaim embrio GNR mulai terbentuk di 19 provinsi untuk kemudian dideklarasikan secara resmi beberapa hari mendatang.
“Kami bentuk dari kota-kota besar dan kecil sampai desa. Ini spirit dukungan untuk Pak Gatot sebagai pemimpin nasional,” ujarnya.
Berdasarkan jajak pendapat Media Survei Nasional (Median) dari 1-9 Februari 2018, elektabilitas Gatot sebesar 5,5% atau nomor tiga di bawah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Tingkat keterpilihan Gatot melonjak 100% dari Oktober 2017, salah satunya disebabkan simpati dari publik yang menilai pencopotannya sebagai Panglima TNI sebagai bentuk ketidakadilan.
Dondi mengklaim GNR murni dibentuk atas inisiatif sejumlah elemen masyarakat tanpa ada campur tangan dari parpol. Pada akhirnya, dia meyakini bahwa kerja keras relawan bakal membuka mata parpol agar mengusung Gatot.
Sebelum deklarasi GNR, relawan memutar sebuah video sambutan Gatot saat memasuki masa pensiun pada 1 April 2018. Dalam video tersebut, Gatot tidak secara eksplisit menyatakan kesediaan sebagai kandidat bakal capres atau cawapres. “Apabila rakyat menghendaki, saya siap memberikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi,” ucap Gatot.

Kandas
Gerindra yang sebelumnya diharapkan bisa menjadi kendaraan Gatot, pada Senin (2/4/2018) telah menegaskan partai itu tidak mungkin memilih Gatot sebagai Capres. "Kami untuk urusan calon presiden jelas mendukung Prabowo sebagai capres," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menepis isu Gatot akan menjadi capres koalisi yang akan dibangun partainya.
Pernyataan itu sekaligus menutup peluang jenderal yang baru saja pensiun tersebut untuk maju sebagai capres dari Gerindra. Akan tetapi, Gerindra masih sangat terbuka jika Gatot ingin bergabung dengan partai berlambang burung Garuda itu. Fadli menegaskan bagi siapa saja yang mau bergabung dan sejalan dengan platform perjuangan dari Gerindra pasti diterima, termasuk Gatot.
Adapun untuk peluang Gatot menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, Fadli mengatakan masih akan membicarakannya terlebih dahulu dengan partai koalisi.
Nama Gatot Nurmantyo beberapa bulan terakhir disebut-sebut sebagai salah satu tokoh potensial di bursa Pilpres 2019. Namanya sering disebut sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
DPR RI mengharapkan agar penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan memenuhi prinsip keadilan.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.