Trump Hentikan Operasi Hormuz Seusai Saudi Tolak Akses Militer AS
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Ilustrasi/JIBI Photo
Harianjogja.com, NEW YORK - Seorang pria kuilt hitam dilumpuhkan polisi Amerika Serikat.
Polisi New York pada Rabu (4/4/2018) waktu setempat menembak mati seorang pria kulit hitam, yang mengacungkan pipa logam kepada mereka. Penembakan dilakukan setelah polisi menanggapi penelepon darurat, yang mengatakan orang itu membawa senjata api di jalur pejalan kaki.
Pihak Kepolisian New York menyebutkan bahwa pria itu mengambil posisi menembak dengan dua tangan dan mengacungkannya ke arah polisi di kota Brooklyn.
Tiga petugas berpakaian preman serta satu petugas berseragam menembak 10 kali, kata Kepala Departemen Kepolisian Terence Monahan pada jumpa pers.
"Ada panggilan mengatakan bahwa seorang pria mengacungkan yang disebut penelpon 911 dan warga adalah senjata, yang diarahkan ke orang di jalan," kata Monahan.
"Ketika kami bertemu dengannya, dia berbalik badan dengan memperlihatkan apa yang tampak seperti pistol pada petugas," lanjutnya.
Video kiriman ke media sosial menunjukkan kerumunan orang di jalan setelah penembakan itu. Beberapa berteriak "penindas" saat mereka berhadapan dengan beberapa petugas, yang berdiri di sisi garis batas polisi.
Penembakan itu menyusul penembakan terhadap pria kulit hitam tak bersenjata oleh polisi, yang memicu protes jalanan dan perdebatan nasional tentang bias dalam sistem peradilan pidana Amerika Serikat.
Polisi sedang menyelidiki, kata Monahan, bahwa video pengawasan yang diperoleh dari toko-toko di dekatnya menunjukkan pria itu mengacungkan sebuah benda yang tampak seperti senjata api.
Pria itu, yang nama dan umurnya tidak segera dirilis, itu dibawa ke rumah sakit tempat dia dinyatakan meninggal.
Sebelumnya, penembakan oleh polisi terhadap seorang pria kulit hitam tak bersenjata di Sacramento, California, telah memicu aksi protes yang berlangsung beberapa hari.
Dalam kejadian itu, petugas menanggapi laporan bahwa seseorang memecahkan jendela, kemudian menembak mati Stephon Clark, yang berusia 22 tahun, di halaman belakang rumah neneknya pada 18 Maret.
Petugas takut dia membawa pistol, tetapi dia diketahui memegang telepon saku, demikian polisi Sacramento.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Reuters
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.