Acungkan Pipa Logam, Pria Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi AS

Newswire
Newswire Kamis, 05 April 2018 19:18 WIB
Acungkan Pipa Logam, Pria Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi AS

Ilustrasi/JIBI Photo

Harianjogja.com, NEW YORK - Seorang pria kuilt hitam dilumpuhkan polisi Amerika Serikat.

Polisi New York pada Rabu (4/4/2018) waktu setempat menembak mati seorang pria kulit hitam, yang mengacungkan pipa logam kepada mereka. Penembakan dilakukan setelah polisi menanggapi penelepon darurat, yang mengatakan orang itu membawa senjata api di jalur pejalan kaki.

Pihak Kepolisian New York menyebutkan bahwa pria itu mengambil posisi menembak dengan dua tangan dan mengacungkannya ke arah polisi di kota Brooklyn.

Tiga petugas berpakaian preman serta satu petugas berseragam menembak 10 kali, kata Kepala Departemen Kepolisian Terence Monahan pada jumpa pers.

"Ada panggilan mengatakan bahwa seorang pria mengacungkan yang disebut penelpon 911 dan warga adalah senjata, yang diarahkan ke orang di jalan," kata Monahan.

"Ketika kami bertemu dengannya, dia berbalik badan dengan memperlihatkan apa yang tampak seperti pistol pada petugas," lanjutnya.

Video kiriman ke media sosial menunjukkan kerumunan orang di jalan setelah penembakan itu. Beberapa berteriak "penindas" saat mereka berhadapan dengan beberapa petugas, yang berdiri di sisi garis batas polisi.

Penembakan itu menyusul penembakan terhadap pria kulit hitam tak bersenjata oleh polisi, yang memicu protes jalanan dan perdebatan nasional tentang bias dalam sistem peradilan pidana Amerika Serikat.

Polisi sedang menyelidiki, kata Monahan, bahwa video pengawasan yang diperoleh dari toko-toko di dekatnya menunjukkan pria itu mengacungkan sebuah benda yang tampak seperti senjata api.

Pria itu, yang nama dan umurnya tidak segera dirilis, itu dibawa ke rumah sakit tempat dia dinyatakan meninggal.

Sebelumnya, penembakan oleh polisi terhadap seorang pria kulit hitam tak bersenjata di Sacramento, California, telah memicu aksi protes yang berlangsung beberapa hari.

Dalam kejadian itu, petugas menanggapi laporan bahwa seseorang memecahkan jendela, kemudian menembak mati Stephon Clark, yang berusia 22 tahun, di halaman belakang rumah neneknya pada 18 Maret.

Petugas takut dia membawa pistol, tetapi dia diketahui memegang telepon saku, demikian polisi Sacramento.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara/Reuters

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online