Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, seusai acara pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10)./ANTARA -Setpres Agus Suparto
Harianjogja.com, JAKARTA-- Partai Golkar membuka peluang Joko Widodo berduet dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Namun, pertimbangan masing-masing partai akan menjadi tantangan.
Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir mengaku meski tidak mudah terlaksana, namun bisa saja duet Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo Subianto terjadi pada Pilpres 2019 mendatang.
Menurutnya, kalau duet itu terjadi tidak akan jadi masalah bagi Golkar. Hanya saja tentu akan banyak pertimbangan dari masing-masing partai, baik itu dari koalisi Jokowi maupun Gerindra, ujarnya.
"Kalau itu kehendak partai-partai dan menjadi dukungan masyarakat tidak menjadi soal, saya kira kan dimungkinkan dalam demokrasi. Tetapi kita lihat perkembangan tidak semudah itu, saya kira semua teman-teman Gerindra pasti memperhitungkan," kata Ibnu, Selasa (3/4).
Golkar sendiri lebih setuju jika Jokowi berduet dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Pilpres 2019. Akan tetapi, kalau Jokowi menghendaki Prabowo menjadi pasangannya maka Golkar akan menerimanya dengan baik, ujarnya. Dia menambahkan dalam skenario itu maka bagi Golkar yang penting adalah pencapaian target suara.
Namun demikian, Ibnu menegaskan bahwa Golkar sangat serius mendukung Airlangga sebagai calon Presiden untuk Jokowi.
"Kalau keseriusan pasti ada tetapi kan kita sadar dan rasional kan banyak hal yang di hitung parameternya pasti ada dari Pak Jokowi," kata Ibnu.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa untuk saat ini Golkar lebih fokus pada elektabilitas partai untuk menghadapi pemilu serentak.
"Tetapi bagi kami sekarang fokusnya memang bagaimana menaikkan elektabilitas partai itu yang kami sedang kerja saat ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.