Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Selalu memberikan kedamaian serta kesejukan bagi semua orang
Harianjogja.com, MAGELANG—Masih ingat dengan Andy Go To School? Seorang polisi di Polresta Magelang, Jawa Tengah yang namanya viral lantaran unik ini kembali membuat keunikan saat menamai anak ketiganya.
Beberapa waktu lalu media dihebohkan dengan keluarga asal Dusun Kedung Rengit RT01/RW04, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Magelang yang memiliki tiga anak dan semua diberi nama menggunakan kata bahasa Inggris.
Mengikuti ciri khas dari orang tuanya, ia memberi nama anaknya tersebut dengan kata berbahasa Inggris yakni Alexa Dmyesha Heaven's Angel. “Alhamdulillah, sudah bisa miring-miring dan mulai berkata-kata,” kata Andi, Kamis (15/6/2017).
Dia mengungkapkan kebahagiaannya saat bercerita kepada Harian Jogja tentang anak ketiganya yang lahir 3 Mei 2017. Nama itu merupakan gabungan bahasa Inggris dengan bahasa asing yang didapatnya setelah berselancar di dunia maya. Alexa Dmyesha Heaven's Angel, katanya, memiliki arti bidadari surga pembawa kedamaian.
Ia berharap, anak ketiganya menjadi perempuan berparas cantik di manapun berada dan selalu memberikan kedamaian serta kesejukan bagi semua orang. “Nama panggilannya Angel, pengucapannya Enjel,” ujarnya seraya tertawa.
Nama unik untuk Angel ini melestarikan tradisi nama unik yang diberikan untuk anaknya. Dua anak sebelumnya, juga diberi nama dengan bahasa Inggris. Anak laki-laki pertamanya bernama Virgenio Silvero Goes To Paradise, yang dipanggil dengan Gio atau Vero. Gio yang lahir 23 Oktober 2011 kini sudah lulus PAUD.
Anak kedua bernama Lucky Star Beloved Mother. Namun, Tuhan berkehendak lain pada gadis kecil ini. Lucky kembali pada-Nya di usia empat hari setelah dilahirkan 23 September 2015. Nama kedua ini memiliki arti bintang kesayangan Bunda.
Andy menuturkan ketika mengandung Lucky, istrinya mengalami pendarahan hingga bolak-balik ke rumah sakit. “Mama sayang banget dan berusaha mempertahankannya sampai usianya cukup untuk dilahirkan. Namun, Allah berkehendak lain,” tutur Andy, yang mengaku masih sering menangis saat mengingat anak keduanya tersebut.
Melanjutkan cerita, Andy menuturkan dirinya sengaja memberikan nama dengan bahasa Inggris untuk anak-anaknya sebagai wujud syukur atas nama yang diberikan oleh orang tuanya yang mengandung harapan dan doa baik untuk anak-anaknya tersebut.
Andy mendapatkan nama Go To School dengan harapan orang tuanya agar ia rajin sekolah. Namun, setelah ia masuk SMP dan mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris, barulah ia tahu bahwa nama itu memiliki grammar yang salah, karena seharusnya Andy Goes To School.
Atas dasar itulah, saat memberi nama anak pertamanya, ia menyempurnakannya dengan mengambil kalimat Goes To Paradise. “Biar dia tidak diolok-olok terus, saya dulu diolok-olok teman SD, SMP dan SMA gara-gara grammar yang salah itu,” katanya.
Pemilihan Bahasa Inggris, menurutnya seiring dengan hobinya terhadap bahasa asing tersebut. Rumah tinggalnya yang berada di kawasan Candi Borobudur membuatnya perlu menguasai Bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan turis asing. “Kami juga tidak ingin ada diskriminasi antara anak pertama dan anak selanjutnya, jadi semua anak dinamai dengan Bahasa Inggris,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Pemprov Jateng raih banyak penghargaan pendidikan 2026, termasuk wajib belajar 13 tahun dan inovasi digital siswa.
Pemda DIY salurkan 17 sapi kurban Iduladha 2026, termasuk sapi Presiden hampir 1 ton dari Sleman.
Tren K-Pop berubah drastis, girl group kini mengusung musik techno agresif demi menarik pasar global dan dominasi konten video pendek.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.