Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Suasana simbolis serah-terima benih Kelengkeng Super Sleman di Dusun Gejayan, Condong Catur, Sleman belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/dok. UGM)
Kampus Jogja, UGM turut meningkatkan kualitas pertanian lokal.
Harianjogja.com, SLEMAN – Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada (FB UGM) memberikan sosialisasi dan penyerahan benih unggul kelengkeng di Dusun Gejayan, Condong Catur, Sleman belum lama ini. Benih yang diberi nama Kelengkeng Super Sleman ini diharapkan menjadi cirri kas tanaman hayati di Kabupaten Sleman atau Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FB UGM, Budi Setiadi Daryono mengatakan budidaya kelengkeng sebagai jalan keluar akan keterbatasan lahan. Sebab kelengkeng ini memiliki hasil yang lebih banyak ketimbang jenis benih sebelumnya.
“Penenaman pohon dilakukan FB UGM bersama masyarakat setempat. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dalam melakukan penghijauan dimasyarakat dan hasilnya bisa langsung dinikmati pemilik lahan,” kata Budi di Kampus UGM, Selasa (22/9/2015).
Penanaman pohon ini menunjukkan bioteknologi lingkungan dapat membantu pencegahan kerusakan lingkungan, konservasi tanah, air, udara dan lingkungan sekitar. Sebab bioteknologi telah menjanjikan berbagai terobosan baru dalam berbagai upaya peningkatan produksi pangan.
"Bioteknologi melalui modifikasi pemberian hormon dalam bidang pertanian tentu saja dapat meningkatkan produksi pangan yang lebih bermutu sebagai pemenuhan nilai gizi penduduk," tambah Budi.
Sejalan dengan pemikiran ini, bisa dilihat dengan perkembangan jumlah penduduk di DIY yang pada akhirnya telah mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan. Kondisi ini menjadi ancaman serius terhadap ekosistem dan interaksi antara unsur biologis, yaitu mikroorganisme, tumbuhan dan hewan.
Dekan FB UGM, Prof. Dr. Suwarno mengatakan tidak hanya ekploitasi oleh manusia saja namun perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi biodiversitas yang ada. Terutama pada aspek ketersediaan sumber pangan akibat kenaikan suhu dan curah hujan.
“Bercermin dari masalah tersebut ini maka diperlukan kesadaran bahwa keanekaragaman hayati bukan warisan nenek moyang, namun titipan anak cucu yang mesti dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Saat ini kepedulian terhadap keberadaan keanekaragaman hayati sangatlah menurun,” jelas Suwarno.
Suwarno berharap penanaman pohon secara simbolis ini menjadi upaya peningkatkan kepedulian dan pelestarian masyarakat pada lingkungannya. Meskipun Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna yang sangta banyak namun semuanya akan segera punah jika tidak dikelola.
"Semua makhluk hidup bergantung pada lingkungan kehidupannya di biosfer, sehingga salah satu hal yang menjadi dasar pengetahuan biologi adalah keterkaitan organisme dengan lingkungan hidup dan habitatnya," kata Suwarno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Kabar duka: Ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Deddy ungkapkan ikhlas, "Hanya cinta yang lebih sedikit". Banjir doa dari ar
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.
Rupiah menguat ke Rp17.670 per dolar AS, mengikuti ringgit dan pasar Asia setelah harga minyak turun akibat perkembangan Selat Hormuz.
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.