Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Samsuri mengecek sumur yang sebelumnya sempat mengeluarkan asap, Kamis (20/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Sumur berasap terjadi di Ngemplak, Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebuah sumur milik warga di Dusun Koripan RT 1/RW 18 Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, ditemukan mengeluarkan kepulan asap pada Rabu (19/8/2015) siang. Fenomena aneh tersebut menyedot perhatian warga hingga membuat mereka datang ke lokasi kejadian.
Pemilik sumur, Samsuri, 43, menjelaskan, ia melihat kepulan asap sekitar pukul 12.00 WIB usai Salat Dzuhur. Saat itu ia hendak memindahkan air yang masih tersisa di dalam ember timba ke ember lainnya. “Tapi kok di sumur ada asap biru agak kehitaman. Asapnya pekat sampai airnya enggak kelihatan,” kata dia pada watawan, Kamis (20/9/2015) pagi.
Saat itu juga ia memanggil tetangga dan juga anaknya untuk menyaksikan kejadian tersebut. Warga pun berdatangan untuk membuktikan asap yang keluar dari dalam sumur sedalam empat meter itu. Menurut Samsuri, asap mulai hilang sekitar satu jam dari saat ia menemukan pertama kali.
Saat mendekati kepulan asap, ia mencium aroma belerang yang menyengat. Namun asap hanya mengepul di dalam sumur dan tidak sampai menyebar ke arah lainnya.
Salah satu tetangga yang mengaku kenal dengan Surono Kepala Badan Giologi Kementerian ESDM yang pernah menjabat Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gempa DIY, menyarankan untuk menyalakan lilin di dekat bibir sumur. Cara itu dilakukan untuk mengecek apakah sumur mengandung gas berbahaya atau tidak.
“Kemarin [Rabu] lilinnya tetap nyala. Katanya kalau mati berarti ada gasnya, kalau hidup berarti aman,” jelas Samsuri. Hingga Rabu malam, sumur yang terletak di samping rumah Samsuri tersebut terus didatangi warga, aparat desa sampai kepolisian Sektor Ngemplak dan Koramil. Mereka ingin membuktikan kebenaran cerita sumur berasap yang tersebar di masyarakat.
Meski kejadian aneh itu baru terjadi satu kali namun Samsuri dan keluarga tidak takut mengkonsumsi air dari sumur tersebut. Bahkan tukang angkringan yang berjualan di depan rumahnya masih terus menimba air untuk dimasak, tanpa takut ada komplain dari pelanggan.
Penjual angkringan bernama Sudaten, 60, tersebut mengaku sesaat sebelum dipanggil Samsuri untuk menyaksikan kepulan asap, ia sempat mengambil air untuk dimasak. “Jam setengah sebelas [10.30 WIB] itu saya ambil air. Belum ada asap. Habis Dzuhur baru dipanggil pemilik rumah [Samsuri], dilapori kalau ada asap,” kata dia.
Ia pun bergegas menuju ke sumur yang lokasinya hanya berjarak 30 meter dari warungnya. Sudaten melihat kepulan asap itu masih pekat. Ia pun mencium aroma sangit bekas pembakaran dan aroma belerang di area itu. Ia mengaku suhu air berbeda dari biasanya. “Agak hangat padahal biasanya dingin. Tapi ya tetap buat raup [cuci muka], nimba lagi buat dimasak,” ujar dia santai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.