Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
KMS 2015, calon peserta diharapkan memilah sekolah sesuai kemampuan siswa.
Harianjogja.com, JOGJA-Calon peserta Kartu Menuju Sejahtera (KMS) yang hendak masuk ke SMA negeri favorit, seperti SMAN 1, 2, 3, dan 8, harus memiliki nilai ujian SMP minimal sama dengan rata-rata Jogja.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jogja Edy Heri Suasana hal ini diberlakukan supaya siswa miskin masuk ke sekolah yang sesuai dengan kemampuan akademis mereka. Pasalnya, jika terjadi kesenjangan kemampuan yang tinggi justru akan merugikan yang bersangkutan.
"Karena tidak kuat nanti keluar dari sekolah dan ujung-ujungnya tidak bisa melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Kebijakan ini, kata dia, justru berpihak kepada siswa miskin supaya dapat melanjutkan pendidikan. Ia menyebutkan, jumlah siswa miskin di Jogja tahun ini berkisar 900-an orang dari jenjang TK sampai SMA dam SMK. Setiap sekolah, imbuhnya, memiliki kuota 10% siswa miskin dari jumlah siswa yang diterima dalam satu tahun ajaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.