Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Siswa SMA Negeri 5 Solo mengerjakan soal pada ujian sekolah, Jumat (13/3/2015). Ujian sekolah tersebut diikuti 284 siswa kelas IPA dan IPS sebagai salah satu syarat kelulusan sebelum Ujian Nasional (UN). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)
UN 2015 tidak lagi menjadi penentu kelulusan tetapi salah satu dasar pemetaan mutu sekolah.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan, hasil Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi syarat penentu kelulusan siswa. Namun, hasilnya akan menjadi salah satu dasar pemetaan mutu sekolah.
Arif menegaskan, siswa tetap tidak bisa diluluskan seenaknya meski perkara kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
“Sekolah juga harus mengikuti aturan dan ketetapan dari pusat. Ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan, seperti sikap siswa yang minimal termasuk kategori baik,” ujar Arif saat dikonfirmasi Sabtu (4/4/2015).
Meski demikian, pelaksanaan UN tetap tidak boleh diabaikan. Sebab, dia masih akan dibutuhkan untuk pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Melalui UN juga, bisa dipetakan kualitas masing-masing sekolah.
“Kami bisa membandingkan antara nilai UN dengan Ujian Akhir Sekolah [UAS] yang saat ini jadi syarat kelulusan. Biasanya, standar pada soal UN berbeda dengan UAS, bisa lebih mudah atau susah. Setiap sekolah punya standar sendiri yang memang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa,” kata Arif menjelaskan.
Menurut Arif, hasil perbandingan nilai tersebut bisa menjadi salah satu indikator untuk kepentingan pemetaan mutu sekolah. “Ada sekolah yang punya nilai UN lebih tinggi dari UAS atau sebaliknya. Ada juga yang mungkin rata-rata nilainya tidak jauh berbeda,” ucapnya kemudian.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Depok, Aragani Mizan Zakaria mengatakan, siswa-siswanya sudah memahami jika hasil UN hanya akan digunakan untuk pemetaan mutu sekolah. Meski demikian, dia mengaku hal itu tidak menurunkan semangat belajar siswa. Pendalaman materi pun tetap diberikan secara intensif.
Aragani mengungkapkan, siswa-siswanya masih merasa memiliki tanggung jawab untuk mencapai hasil terbaik dalam UN yang akan diselenggarakan mulai 13 April mendatang.
“Mereka tetap serius belajar meski kelulusan bukan ditentukan dari hasil UN lagi. Nilai UN memang penting buat kami karena jadi cermin mutu dan kualitas sekolah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.