Siswa Sekolah Penerbang TNI AU Dilatih Mendarat Darurat

Sunartono
Sunartono Selasa, 02 Desember 2014 07:39 WIB
Siswa Sekolah Penerbang TNI AU Dilatih Mendarat Darurat

HARIAN JOGJA/GIGIH M. HANAFI Sejumlah penerbang unjuk kebolehan dengan menggunakan pesawat latih pada Upacara Wingday Sekbang A-83 dan Seknav A-11 tahun 2013 di Lapangan Jupiter, Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Senin (24/6). Sebanyak 32 Penerbang kelas II lulusan Sekbang A-83 dan 9 Navigator lulusan Seknav A-11 dilantik KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan selanjutnya akan memperkuat Skadron jajaran TNI AU.

Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 85 siswa Sekolah Penerbang TNI AU mulai menjalani latihan survival dasar di JAZ Aero Wisata, Waduk Sempor, Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (2/12/2014) hari ini hingga Jumat (5/12/2014). Mereka dilatih untuk mendaratkan pesawat secara darurat di area musuh.

Dari 85 siswa itu, 50 siswa Sekbang Angkatan ke-89, kemudian 12 siswa Sekolah Navigator Angkatan ke-12 dan 23 siswa Sekbang Angkatan ke-90/PSDP Angkatan ke 29. Upacara pelepasan siswa dilaksanakan secara militer di Lapangan Jupiter, Lanud Adisutjipto, Rabu (26/11/2014) pekan lalu.

Komandan Skadron Pendidikan 104 Lanud Adisutjipto Letkol Pnb Rizaldi Efranza, menjelaskan, latihan bertujuan mengasah kemampuan calon penerbang dalam menghadapi keadaan darurat. Karena kondisi darurat dapat sewaktu-waktu terjadi pada saat melaksanakan tugas penerbangan.

Dalam latihan itu, urainya, para siswa melaksanakan narasi sebuah tugas penerbangan di medan operasi. Akantetapi pesawat yang diawaki mereka ditembak musuh, hingga melaksanakan pendaratan darurat di daerah musuh.

Saat pendaratan, seluruh awak pesawat selamat. Kemudian melakukan prosedur SERE (Survival, Evasion, Resistance and Escape).

"Dalam narasi latihan itu, setelah melaksanakan SERE, crew pesawat mendapat hadangan dari musuh, sehingga dalam pelariannya para crew akhirnya mendapat bantuan dari pasukan kawan," ungkapnya, Senin (1/12/2014).

Menurut Danlanud Adisutjipto Marsma Yadi I Sutanandika, latihan tersebut sangat penting. Karena dapat membekali calon air crew tentang pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk mempertahankan hidup di darat maupun di air karena suatu kecelakaan penerbangan.

"Latihan semacam ini merupakan kegiatan wajib dan sesuai dengan program pendidikan yang telah ditetapkan melalui kurikulum yang sudah baku," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online