Harianjogja.com, JOGJA-Dalam perjalan mengunjungi orangtua di Jogja, Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan mampir sejenak ke sebuah bengkel motor Astra Rahayu di Jalan Ir.Prof.Herman Yohanes, Sagan, Jogja. Apa yang membuat sang menteri mampir ke bengkel?
Mengendarai mobil bernomor polisi RI 26 , Anies muncul dari dalam mobil hitam dengan berkemeja batik. Ia langsung menyapa wartawan yang telah menunggu sejak beberapa menit. Seusai mengobrol sebentar dengan pengelola bengkel, Anies akhirnya menyebutkan alasan ia mampir ke bengkel tersebut.
Usut punya usut, ia datang ke sana karena bengkel tersebut memiliki promosi program layanan khusus bagi guru yang disebut program Untukmu Guru. Program itu diturunkan dari Astra Regional Daerah Istimewa Yogyakarta-Kedu.
Program yang berjalan sejak 22-29 November 2014 itu memberikan diskon jasa servis motor 50%, dan diskon ganti suku cadang 15%. Kecuali untuk busi dan oli, hanya dipotong diskon 5%.
Diskon digelar dalam rangka memeringati Hari Guru. Bagi guru yang akan menikmati layanan tersebut, tinggal datang dan menunjukkan bukti identitas sebagai guru.
Anies menilai, program ini sejalan dengan visi dan misi yang ia pegang untuk memuliakan guru.
Disinggung tentang kesejahteraan guru, lelaki pencetus program Indonesia Mengajar itu mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kesejahteraan guru.
Pemerintah bekerja dengan cara meningkatkan pendapatan guru, sementara masyarakat membantu menurunkan pengeluaran.
“Dengan memberi diskon artinya telah membantu meringankan beban pengeluaran guru. Bengkel saja bisa, kenapa kita tidak bisa?," ujarnya, Sabtu (29/11/2014).
Ada cerita di balik kedatangan Anies ke bengkel itu. Adalah sang ibu yang memotret spanduk promosi program diskon untuk guru dan mengirimkan via telepon genggam Anies.
"Tugas seorang guru bukanlah mengajar. Tetapi mendidik, menginspirasi. Bahkan saya katakan, menjadi guru adalah melukis wajah masa depan Indonesia. Karena menjadi guru bukan soal pekerjaan, melainkan kualitas," imbuhnya.
Saat bertemu wartawan, Anies sempat bertanya, ada berapa guru yang masih diingat.
Bagi seorang guru, kata Anies, hanya ada dua pilihan. Menjadi guru yang diingat atau yang dilupakan.
Agar selalu diingat, seorang guru harus mampu menginspirasi, membuat kelas asyik dan murid ketagihan ke sekolah.
Ketika guru mampu membuat kelas terasa asyik untuk diikuti, tak ada lagi cerita murid malas ke sekolah.
Sementara itu, ditemui seusai bertemu menteri, manajer bengkel Suwaryo, mengaku sangat kaget.
Program Untukmu Guru, kata dia, adalah program yang muncul setelah perusahaan tempatnya bekerja kerap mendengar imbauan Anies Baswedan agar masyarakat turut berpartisipasi mengurangi pengeluaran guru.
"Kami akan menindaklanjuti program diskon untuk guru," ucap Suwaryo singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: