40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Petugas memeriksa mahasiswa dan dosen yang terindikasi terinfeksi virus Ebola dengan kamera termal pada simulasi penanganan penyakit menular berbahaya itu di Kampus Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (28/10/2014). Simulasi yang dimotori Fakultas Fisika UGM yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) itu dilakukan untuk menyusun standard operating procedure (SOP) penanggulanan dan penanganan terhadap penul
Harianjogja.com, JOGJA-Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Suharno mengatakan setiap departemen di pemerintahan diharapkan segera menyusun standar prosedur standar (SOP) mewaspadai ancaman ebola. Seperti menyangkut deteksi, identifikasi, evakuasi, dan isolasi supect,penanganan pasien bahkan penanganan jenazah. Juga penanganan peralatan medis dan peralatan lainnya yang telag bersentuhan langsung dengan penderita.
“Virus tetap akan menular meski penderita sudah meninggal sehingga perlu dipikirkan bagaimana tata cara penguburannya agar tidak membuka peluang penularan. Harusnya dibakar atau dikremasi, tetapi ini tidak mudah dilakukan karena menyangkut agama dan kepercayaan yang diikuti," tandasnya.
Dinas Sosial, jelas dia, harus menyiapkan SOP ini, begitu pula dengan dinas-dinas terkait lainnya. Selanjutnya, SOP yang akan disusun hendaknya disesuaikan dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia. Penegakan SOP penting dilakukan dalam menangani korban penyakit ebola karena sangat mudah menular melalui kontak fisik
Tidak hanya itu Sunarno beserta timnya melakukan simulasi penanggulangan penyebaran ebola dengan melibatkan sekitar 200 orang meliputi mahasiswa, karyawan, dan dosen Jurusan Teknik Fisika UGM. Peserta simulasi diharuskan menjalani pemeriksaan awal melalui pintu yang dilengkapi dengan kamera thermal.
“Lewat kamera thermal ini bisa langsung terukur suhu badannya dan mengenali kulit yang terindikasi ebola, terlihat bercak-bercak,” jelasnya.
Usai melewati alat pemindai, orang yang terdeteksi memiliki panas tubuh tinggi diatas 38 derajat celcius dipisahkan dari barisan untuk menjalani pemeriksaan intensif dengan infrared thermal detection. Selanjutnya mereka diperiksa oleh paramedis memiliki kelengkapan pakaian khusus untuk menghindari penularan.
Sementara orang yang dinyatakan positif terjangkit penyakit dievakuasi dengan ambulans menunju unit penindakan yang memadahi. Selain itu juga dilakukan simulasi tentang perawatan alat-alat kesehatan yang digunakan dan penindakan jenazah dengan benar.
“Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang penyakit ini, dan bagaimana tata cara penanganannya,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam hadir di SSA Bantul selama Agustus 2026. Cek jadwal, syarat perpanjangan SIM, dan layanan PKB tahunan.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, Satpas, beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM di Kota Jogja Agustus 2026 lebih mudah lewat SIM Keliling dan Drive Thru MPP. Cek jadwal, lokasi, syarat, biaya, dan ketentuannya.
Cara cek kesehatan baterai iPhone dari iPhone 6 hingga iPhone 15. Ketahui arti Battery Health, Cycle Count, tanda baterai rusak, dan kapan harus diganti.
Korwil BGN Sleman menegaskan sidak dapur MBG tetap perlu koordinasi dengan BGN. Pengawasan independen tetap diperbolehkan untuk memastikan kondisi SPPG berjalan