Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembukaan kain kafan Cupu Panjala tak hanya dihadiri kalangan masyarakat biasa. Sebab, empat anggota DPRD dari Gunungkidul dan dua orang perwira dari polres ikut melihat proses tersebut.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Harian Jogja, Selasa (23/9/2014) elit tersebut antara lain Suharno (Ketua DPRD Gunungkidul), Eko Rustanto (Ketua Fraksi Demokrat), Wahyu Ade Pradana Putra (Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan), serta Slamet (Anggota DPRD DIY dari Golkar). Sedang, perwira polisi yang hadir adalah Wakil Kepala Polres Gunungkidul Kompol Irwan Setyawan dan AKP Iswanto.
Oleh panitia, mereka disediakan tempat khusus, yakni di sebelah barat tempat pembukaan cupu. Namun, di tengah-tengah prosesi, banyak elit tersebut meninggalkan lokasi, dan hanya menyisakan Ketua DPRD Gunungkidul yang mengikuti proses pembukaan kain kafan hingga selesai.
“Saya tidak kuat dan menyerah,” kata Wahyu Ade Pradana Putra kepada wartawan.
Sebagai salah satu bakal calon bupati Gunungkidul, AKP Iswanto saat dikonfirmasi hanya tersenyum, serta tidak memberikan jawaban kehadiran di tradisi yang berlangsung sejak ratusan tahun itu.
Sementara, Ketua Fraksi Demokrat Gunungkidul Eko Rustanto mengaku, telah mengikuti tradisi tersebut sejak dua tahun lalu. Menurut dia, tidak ada maksud lain atas kehadirannya di acara adat itu, karena kedatanganya hanya untuk melestarikan budaya nenek moyang.
“Dua tahun ini saya terus hadir. Bagi saya, ini sebagai bentuk untuk melestarikan budaya bangsa,” kata dia kepada wartawa di lokasi pembukaan cupu Dusun Mendak, Girisekar, kemarin.
Tak jauh berbeda juga diungkapkan Ketua DPRD Gunungkidul Suharno. Menurut dia, tradisi cupu panjolo harus terus dilestarikan. Terutama, di tengah serangan budaya barat yang semakin merajalela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Panduan mudah menyambungkan WiFi ke Smart TV: buka pengaturan, pilih jaringan, masukkan password. Nonton streaming di layar lebar tanpa gangguan.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan Perpres 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan persekusi atau diskr