AI Makin Canggih, Pakar Tegaskan Peran Jurnalis Tetap Tak Tergantikan
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Harianjogja.com, SLEMAN - Aksi geng motor di Sleman kian meresahkan. Puluhan anggota geng motor dari dua kubu nyaris terlibat bentrok di Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik, Sleman Minggu (21/9/2014) malam. Petugas mengamankan pedang dan satu orang anggota geng.
Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin menjelaskan aksi geng motor memang kian meresahkan di Sleman. Pada Minggu (21/9/2014) malam pihaknya mengagalkan akan terjadinya aksi tawuran kedua geng motor.
Tidak diketahui secara pasti nama geng tersebut. Akan tetapi, tegasnya, ulah mereka sudah sangat membahayakan tidak saja diri sendiri tapi juga orang lain.
Dua geng motor yang datang dari arah berlawanan, lanjut dia, bertemu di kawasan Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik. Sebagian dari pelaku diketahui membawa senjata tajam dan pentungan besi. Namun, beberapa di antaranya nekat melarikan diri.
"Sebelumnya kami sudah mendapatkan informasi adanya dua pengendara motor bergerombol banyak dari arah berlawanan dan cara berkendara mereka sudah tidak wajar. Akhirnya kami lakukan penghadangan dan penggeledahan," terang Kapolres, Senin (22/9/2014) siang.
Para pelaku, lanjutnya, beragam umur mulai dari usia belasan sampai di atas 30 tahun. Jumlah motor masing-masing tak kurang dari 40 unit yang memenuhi badan jalan.
"Kalau asal usul mereka kami masih lidik, yang jelas karena akan menimbulkan dampak keamanan langsung kami hadang dan geledah di jalan," tegasnya.
Kabag Ops Polres Sleman, Kompol Hery Suryanto menambahkan dari tangan anggota geng motor pihaknya mengamankan pedang dengan panjang sekitar 50 sentimeter. Serta satu anggota untuk dimintai keterangan.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersedia memberikan informasi kepada pihak yang berwajib jika adanya aksi yang menganggu kamtibmas suatu wilayah. "Kami siap menindaklanjuti selama 24 jam. Kami harap warga menginformasikan ke kami jika ada gangguan kamtibmas," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Panduan mudah menyambungkan WiFi ke Smart TV: buka pengaturan, pilih jaringan, masukkan password. Nonton streaming di layar lebar tanpa gangguan.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan Perpres 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan persekusi atau diskr