HASIL PILRES 2014 : Jokowi-JK Unggul di 13 Kecamatan Jogja, Prabowo-Hatta di Kotagede

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 17 Juli 2014 11:42 WIB
HASIL PILRES 2014 : Jokowi-JK Unggul di 13 Kecamatan Jogja, Prabowo-Hatta di Kotagede

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah perwakilan partai politik peserta pemilu mengikuti bimbingan teknis Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilu 2014 di Gedung KPU Provinsi DIY di Jalan Ipda Tut Harsono, Yogyakarta, Selasa (25/02/2014). Bimbingan teknis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman akan tata cara dan mekanisme pemilihan umum yang benar, karena mekanisme pemilihan tahun ini dengan dicoblos, tidak dicontrreng seperti tahun 2009.

Harianjogja.com, JOGJA-Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih kemenangannya di 13 kecamatan wilayah pemilihan di kota Jogja. Sementara pasangan Prabowo-Hatta Rajasa, hanya mampu meraup kemenangan di Kotagede.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta Rajasa, yang unggul di kecamatan Kotagede meraih perolehan suara sebanyak 10.404, sementara Joko Widodo-Jusuf Kalla mengantongi suara sejumlah 9.285. Di tingkat Kota Jogja, suara untuk Jokowi-JK mencapai 147.900 atau 60,04%, sedang Prabowo-Hatta 98,441 atau 39,96%. Sementara total suara 246.341 dan tidak sah 3.588.

Ditanya perihal proses rekapitulasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Wawan Budiyanto mengatakan semua berjalan lancar. Hanya, ia mengakui adanya beberapa kesalahan administrasi. Namun, tegas dia, kendala tersebut dapat dikoreksi dan mampu diatasi di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Persoalan administrasi dalam pemilu berupa adanya perbedaan data yang muncul di kecamatan, yakni misalnya di kecamatan Kraton, jumlah pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) lebih banyak daripada yang gunakan hak pilihnya. Namun hal tersebut logis, karena mereka bisa saja datang pagi, sementara menurut ketentuan, pemilih DPKTb baru bisa menggunakan hak suara mereka setelah pukul 12.00 WIB," ujar Wawan Budiyanto, ketua KPU kota Jogja, Rabu (16/7/2014).

Maka, untuk tak berlama-lama berkutat pada asumsi, lanjut Wawan, pihaknya bersama Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), membuka semua dokumen yang berkaitan, termasuk mensinkronisasikan data C7.

"Ada selisih penambahan dan pengurangan data, karena dihitung satu per satu secara manual. Yakni, hasil rekapitulasi dari TPS ke Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hal itu ada di TPS di Patehan, selisih satu suara Daftar Pemilih Tambahan dan selisih enam suara pada salah satu TPS di Kadipaten. Di Panembahan, sempat ada selisih 40 angka di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)," ungkap Syamsul Hidayat, ketua PPK Kraton.

Syamsul menambahkan, bahwa semua selisih sudah terkoreksi dan teratasi. Dan tidak memengaruhi perolehan suara untuk masing-masing calon. Untuk TPS yang melakukan rekapitulasi dengan menggunakan program microsoft excel, kekeliruan mampu terminimalisir. Selain di kecamatan Kraton, kekeliruan lain yang ditemukan mengenai penempatan sejumlah angka pemilih,
terjadi di kecamatan Kotagede. Di Prenggan, dan Rejowinangun, misalnya.

Sementara, saksi dari capres cawapres Prabowo-Hatta Rajasa menyatakan, menerima hasil rekapitulasi di kota Jogja dengan hati lapang.

"Bagi kami, hasil ini adalah hasil pilihan dari masyarakat, yang nantinya akan secara kolektif terkumpul di KPU pusat. Ada gugatan atau tanggapan lain, saya kurang tahu pasti, karena saya berada di sini saat ini, ditugaskan sebagai saksi," ucap Nasrul Khoiri, saksi capres-cawapres Prabowo-Hatta, ditemui usai rekapitulasi suara di KPU kota Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online