PPDB 2014 : Belum Penuhi Kuota, Sekolah Masih Diperbolehkan Terima Siswa Baru

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 07 Mei 2014 05:20 WIB
PPDB 2014 : Belum Penuhi Kuota, Sekolah Masih Diperbolehkan Terima Siswa Baru

Orang tua murid melihat pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014 di SMA Negeri 1 Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2014). Peserta yang telah dinyatakan diterima di suatu sekolah dan telah melakukan pendaftaran ulang, akan menjalani hari pertama masuk sekolah pada 14 Juli 2014. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan telah ditutup Kamis (3/7/2014) lalu. Namun, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi untuk menerima siswa baru.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid mengakui untuk pendidikan lanjutan tingkat atas, jumlah kursi yang tersedia lebih besar ketimbang calon peserta didik baru. Rinciannya, dari 52 sekolah mampu menampung 10.800 murid baru. Sementara, lulusan dari sekolah menengah pertama hanya 9.350 anak.

Bedasarkan data dari Disdikpora Gunungkidul tahun lalu, terdapat sekitar 1.000 anak lulusan SMP tak melanjutkan sekolah. Sehingga, tingkat ketertarikan siswa untuk melanjutkan juga menjadi salah satu faktor sekolah kekurangan siswa didik. Untuk itu, sesuai dengan pedoman PPDB Disdikpora Gunungkidul 2014, sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid diperbolehkan untuk menerima siswa baru.

“Pengalaman tahun lalu selain kuota yang berlebih, minat anak juga ikut berperan kenapa sekolah masih ada yang kekurangan murid. Untuk itu, bagi sekolah-sekolah yang kurang diberikan dispensasi waktu,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (6/7/2014).

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Playen Tiya mengakui bila di sekolahnya masih kekurangan murid baru. Hingga pendaftaran ditutup pada 3 Juli lalu, sekolah masih kekurangan 28 siswa baru.
“Kami masih memberikan kesempatan kepada calon siswa untuk mendaftar di sekolah kami,” ungkapnya.

Meski demikian, Tiya mengaku tidak akan bernafsu untuk mencoba memenuhi kuota yang tersedia. Dia beralasan, selain kuota yang lebih besar, pengalaman tahun lalu membuktikan bila ada sekitar 10 persen siswa SMP yang tidak melanjutkan sekolah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online