Tragis! Dua Bocah Kakak Adik Tewas Terlindas Truk di Ngawi
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, BANTUL - Dua orang bersaudara kandung meninggal setelah terseret gelombang Pantai Gua Cemara, Sanden, Bantul, Sabtu (27/6/2014).
Kakak beradik Marcelino Agus Cahyo Kumolo dan Maria Antenete Sekar, warga Dusun Padokan Lor RT 02 RW 47,Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas setelah korban berhasil diselamatkan warga dan relawan Tim SAR.
Saksi kejadian suka relawan Tim SAR Pantai Samas Tri Juwanto mengatakan musibah menimba dua bersaudara saat setibanya di pantai bersama keluarganya sekitar pukul 09.30 WIB. Wisatawan rombongan itu keluarga langsung bermain air di tepi pantai.
"Saat itulah iba-tiba gelombang pasang datang dan kedunya terseret," ujar Tri.
Dalam kondisi keluarga panik inilah pengunjung dan relawan langsung berupaya memberikan pertolongan. Kedua kakak beradik ini dapat ditemukan dalam kondisi sudah sangat lemas dan langsung dilarikan ke puskesmas setempat. Namun nasib berkata lain, kondisi keduanya terus melemah dan meninggal dalam perjalanan.
"Kondisi kedua korban di perjalanan terus memburuk akhirnya sesampainya di puskesmas dipastikan sudah meninggal," imbuh Tri. Kedua korban langsung dibawa pulang pihak keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata