Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
(JIBI/Solopos/Septhia Ryanthie) Siswa SDN Tlogolele 2, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mengikuti ujian sekolah/madrasah (USM) di sekolah setempat, Senin (19/5/2014).
Harianjogja.com, SLEMAN-Rata-rata nilai kelulusan siswa sekolah dasar (SD) di Sleman meningkat. Rata-rata nilai siswa yang di tahun sebelumnya setinggi 23,28 naik menjadi 23,59. Angka tersebut merupakan hasil dari tiga mata pelajaran yang diujikan bagi 14.590 siswa kelas 6 SD dari 518 sekolah.
Ditanya soal angka kelulusan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman mengaku belum mengetahuinya.
“Belum ada yang melapor. Hasilnya kan dari sekolah dikirimkan ke UPT (Unit Pelaksana Teknis) dulu atau Pokja (Kelompok Kerja),” kata Arif Haryono, Kepala Dinas Dikpora Sleman, Jumat (20/6/2014).
Pengumuman hasil ujian kelulusan SD diselenggarakan Sabtu (21/6).
“Sekolah memutuskan kelulusan berdasarkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan sekolah tersebut,” ungkap Arif. Dia menambahkan pihaknya baru akan bisa menentukan angka kelulusan bersamaan dengan hari pengumuman.
Arif menepis kabar burung yang mengungkapkan ada kebijakan khusus agar seluruh siswa SD diluluskan.
“Tetap harus pakai KKM. Kalau nilainya memang kurang, masa mau diluluskan,” kata Arif menegaskan.
Sebagai langkah antisipasi manipulasi nilai, Arif mengatakan pihaknya telah memerintahkan sekolah untuk mengumpulkan KKM sebelum ujian dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.