Hindari Perpeloncoan, MOS Bukan Makrab

Senin, 16 Juni 2014 16:28 WIB
Hindari Perpeloncoan, MOS Bukan Makrab

MASA ORIENTASI-Sejumlah siswa baru mengikuti acara masa orientasi siswa di SMP Warga, Solo, Senin (13/7). Acara tersebut diisi dengan berbagai macam lomba dan motivation training.

Harianjogja.com, JOGJA -  Dinas Pendidikan Kota Jogja sudah memberikan peringatan tegas mengenai mekanisme Masa Orientasi (MOS) bagi siswa baru di awal tahun ajaran. Dinas menegaskan, MOS bukan sebuah sistem pengakraban siswa baru dengan siswa lama, melainkan hanyalah sebuah masa orientasi mengenai tentang nilai-nilai baru di tingkatan pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana menegaskan, penegasan tentang MOS dilakukan untuk mencegah adanya tindakan perpeloncoan terhadap anak didik baru yang dilakukan siswa terdahulu.

Selama ini, kata Edy, terdapat sejumlah modus untuk menyamarkan kegiatan perploncoan, seperti malam keakraban dan pelatihan baris-berbaris. Dia menegaskan, jika memang pelatihan baris-berbaris dianggap punya nilai positif, sekolah masih bisa menerapkan. Tapi tidak boleh dilakukan satu paket dengan mengatasnamakan MOS.

Kegiatan baris-berbaris ditegaskannya tidak harus dipraktikkan dengan konsep militerisme. Sebab peserta merupakan siswa bukan angkatan perang. Dia mengimbau penerapan pendekatan humanistik lebih ditekankan dalam pengenalan konsep pengakraban kepada anak didik baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online