Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Harianjogja.com, SLEMAN-Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Najib Azca melihat toleransi di Jogja semakin menghilang dengan adanya nuansa kekerasan yang terjadi di DIY belakangan ini. Adapun UNESCO beberapa tahun lalu mengakui Jogja sebagai kota yang kental dengan nuansa toleransi sehingga menjadi kota nyaman huni untuk setiap orang.
"Saat ini kami bisa melihat, banyaknya kekerasan yang terjadi telah menggeser budaya santun yang telah terbangun. Semuanya serba berakhir dengan kekerasan," paparnya dalam diskusi konflik intoleransi di Ruang Fortagama UGM, Selasa (3/6/2014).
Kekerasan ini disebutnya tidak hanya menjadi tamparan bagi masyarakat Jogja maupun Raja Ngayoyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kapasitas UGM sebagai gudang cendekiawan juga mendapat pukulan telak.
Menurut dia dalam waktu dekat perlu dibangun jaringan kuat antartokoh agama dan elemen masyarakat untuk meredam segala bentuk kekerasan. Peran universitas dinilainya penting untuk membangun iklim kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.