BISNIS PROSTITUSI ONLINE DIY : Bisnis Prostitusi Online Grup Tertutup Berawal Dari Pemblokiran Situs Pornografi

Selasa, 27 Mei 2014 22:15 WIB
BISNIS PROSTITUSI ONLINE DIY : Bisnis Prostitusi Online Grup Tertutup Berawal Dari Pemblokiran Situs  Pornografi

Harianjogja.com, JOGJA-Galang, bukan nama sebenarnya, bercerita prostitusi online semakin terbatas sejak  Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir berbagai akun jejaring facebook yang diduga berbau pornografi. Dapat dipastikan grup prostitusi online umum tidak ada dan berubah menjadi grup privat.

Pemilik akun personal, kata dia, bertindak sebagai admin yang melakukan kontrol terhadap anggota-anggotanya (teman facebook), sehingga bisa dipastikan anggota akun tertutup tersebut saling kenal. Berbeda dengan sebelum adanya penyisiran akun berisi pornografi yang dilakukan Kemenkominfo, anggota grup prostitusi online lebih terbuka dan dimungkinkan tidak saling kenal.

Galang mengaku dapat masuk ke salah satu grup facebook prostitusi karena direkomendasikan oleh temannya. Jika tidak memiliki teman yang sudah lebih dulu bergabung, kemungkinan besar ia akan sulit menembus grup.

Selain dikenali admin, salah satu yang menjadi persyaratan seseorang bergabung dengan kelompok tersebut adalah jam terbang. Jam terbang berarti pengalaman seseorang dalam menggeluti dunia prostitusi, baik sebagai pengguna maupun pekerja seks. Semakin minim jam terbang, makin kecil kemungkinan seseorang bergabung.

“Admin tidak mau ambil risiko dengan menerima anak kemarin sore, daripada nanti dia berkoar di luar,” tukasnya.

Anggota grup tersebut tidak hanya laki-laki, melainkan juga para perempuan dari berbagai rentang usia yang bertujuan ingin menawarkan diri. Semisal ada yang berminat mencari “teman”, member dapat memposting pesan dan meminta respons dalam bentuk privat message, melalui inbox facebook.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online