BISNIS PROSTITUSI ONLINE DIY : Puluhan Prostitusi Online di Jogja Masih Aktif

Selasa, 27 Mei 2014 18:01 WIB
BISNIS PROSTITUSI ONLINE DIY : Puluhan Prostitusi Online di Jogja Masih Aktif

Harianjogja.com, JOGJA – Pembongkaran praktik prostitusi online oleh Polda DIY tidak sepenuhnya berdampak pada berhentinya aktivitas prostitusi online di Kota Pelajar. Sampai saat ini masih ada belasan akun grup seks di dunia maya.

Dari penelusuran Harianjogja.com, baru ada dua grup seks di facebook yang menghilang, yakni Primadona Jogja dan Bispak Bisyar Jogja Butuh Duit. Kedua akun itu ditutup setelah polisi menangkap lima pelaku. Adapun belasan grup seks lainnya dengan anggota mencapai 1.500-an masih aktif dan diadmini oleh jaringan lain yang dapat diakses dengan mudah.

Meskipun telah mengetahui adanya penangkapan, sejumlah mucikari sempat menawarkan perempuan dengan berbagai spesifikasi kepada para member grup seks tersebut. Mereka menawarkan perempuan dari usia di bawah umur hingga dewasa dengan tarif mulai dari Rp200.000 hingga Rp1 juta sekali bercinta. Modus mucikari hampir sama dengan jaringan yang tertangkap oleh petugas. Mereka memposting nama, spesifikasi berupa berat dan tinggi badan, namun tidak mencantumkan foto.

Bagi anggota yang akan menggunakan jasa, mereka bisa langsung memesannya melalui inbox di facebook. Pengguna tinggal memastikan waktu dan tempat serta meninggalkan nomer telepon yang bisa dihubungi. Akan tetapi tidak semua pesan melalui facebook langsung ditanggapi. Semenjak tertangkapnya jaringan A, mucikari maupun admin grup lebih berhati-hati. Pesan akan ditanggapi jika dikirimkan anggota yang telah dinyatakan valid maupun mengikuti kopi darat sesama anggota grup.

“Kalau tidak ikut kopi darat atau pun tidak mendapatkan rekomendasi dari anggota lain jangan harap akan ditanggapi. Selain itu kalau terbukti omdo [omong doang], juga enggak bakal ditanggapi,” ujar salah satu pengelola grup, EP.

Lain EP, lain pula yang dilakukan oleh DN, salah satu pengelola grup seks lainnya. DN mengharuskan mengikuti kopi darat antaranggota di grup yang dikelolanya. Tujuan dari acara rutin tersebut adalah untuk saling bertukar pikiran sekaligus bertukar informasi.

Menurut EP, selain yang sudah ditangkap polisi, di Kota Jogja masih ada JT. Ketiganya dikenal adalah jaringan prostitusi online dan biasa menawarkan perempuan dari kawasan selatan Kota Jogja. Para perempuan yang ditawarkan tersebut berusia di bawah 25 tahun dan beberapa di antaranya masih berstatus pelajar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online