Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Ilustrasi wisuda mahasiswa (mahasiswastan.com)
Harianjogja.com, JOGJA—Tekad untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang punya kompetensi menjadi konsep Dies Natalis ke-42 Institute Sains dan Teknologi Akprind Jogja, Senin (12/5/2014).
Ketua Bidang Organisasi IST Akprind, M. Budi Jatmiko mengajak civitas akademika di Akprind untuk meningkatkan profesionalisme sehingga mampu mendorong menuju perguruan tinggi. Dia mewanti-wanti, Akprind harus mampu mencetak lulusan yang dapat segera diserap dalam pasaran kerja.
"Jangan hanya menyiapkan mahasiswa dalam bidang akademik saja. Lebih dari itu harus mampu melahirkan mahasiswa yang punya kemampuan dan skil sehingga mampu memenangkan persaingan dalam bursa kerja," ujarnya.
Dia khawatir, jika upaya itu tidak digalakkan, maka perguruan tinggi tidak akan dilirik konsumen lagi. Untuk itu Akprind bertekad mengarahkan visinya pada kualitas sehingga civitas akademik akan dapat survive sampai kapan pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.