NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, JOGJA- Antusiasme masyarakat untuk studi ke Jerman setiap tahun menunjukkan peningkatan. Rata-rata, masyarakat Indonesia yang belajar ke Jerman mencapai 2.500 orang pertahun.
Menurut CEO Institut De Eurnesia (Idea) Johannes Kembuan, ada sejumlah alasan mengapa Jerman menjadi salah satu tujuan favorit untuk belajar. Selain Jerman menjadi salah satu negara maju, biaya studi di sana tidak semahal dengan negara-negara lain seperti Australia, Jepang dan Amerika.
"Biaya hidup dan studi di Jerman paling murah, di antara negara-negara maju lainnya," jelas Johannes kepada Harianjogja.com, di sela Road Show Idea kelima kota, Selasa (29/4/2014) di Grand Aston Jogja.
Menurut Johannes, dinilai dari sisi akademik Jerman menjadi salah satu kiblat kemajuan di bidang sains dan teknologi. Hal itu dikarenakan, pemerintah Jerman mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memajukan bidang riset.
Terutama, di bidang kedokteran dan farmasi. Kondisi tersebut, lanjutnya, memberi kesempatan kepada anak-anak muda Indonesia untuk dapat bersaing di bidang pendidikan di era globalisasi.
"Kenapa di Jerman pendidikan murah? Sebab, seluruh mahasiswa di Jerman baik asing maupun lokal, dananya disupport oleh pemerintah. Untuk kedokteran misanya, hanya butuh, sekitar 23.000 Euro per tahun per mahasiswa," tandasnya.
Meski begitu, sambung Johannes, ada kendala yang dialami siswa Indonesia untuk belajar ke Jerman. Idea sendiri, memberangkatkan rata-rata 50 siswa setiap tahunnya. Namun, pihaknya bertekad akan meningkatkan durasi pengiriman dalam satu tahun dua hingga tiga kali.
"Kendalanya masalah bahasa. Tapi, Idea mencoba menyelesaikan dan memberikan solusi masalah tersebut dengan memnyiapkan studi bahasa Jerman sejak dini. Mulai SD, SMP dan SMA siswa dapat dibekali dengan bahasa Jerman," katanya.
Ditambahkan Direktur Adcom Herdianti Wulandari, Jogja menjadi salah satu kota yang dikunjungi Idea. Selain Jogja, penjaringan siswa ke Jerman juga dilaksanakan di Solo pada Rabu (30/4/2014), Surabaya, Manado dan berakhir di Jakarta pada Senin (5/5/2014) mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Hari Keistimewaan DIY diperingati setiap 31 Agustus. Simak sejarah, lima kewenangan khusus DIY, serta rangkaian peringatan Hari Keistimewaan 2026.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Senin 31 Agustus 2026, stagnan. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
MSN Weather di Windows 11 dilaporkan bisa menggunakan RAM hingga 1,2 GB. Simak penyebab dan cara mengurangi beban aplikasi cuaca tersebut.
BTS mencetak sejarah lewat tur dunia ARIRANG dengan pendapatan Rp7,7 triliun dari 38 konser. Jakarta dijadwalkan menjadi salah satu kota tujuan pada Desember 20
Perodua QV-E disebut berpeluang menjadi basis mobil listrik Daihatsu. Jika terwujud, Indonesia bisa menjadi salah satu pasar utama kendaraan listrik hasil kolab