Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Rumah lokasi pembongkaran makam di Dusun Kemloko Tempel Sleman (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, JOGJA – Polda DIY terus mengembangkan kasus penemuan mayat di Dusun Kemloko, Margorejo, Tempel. Dugaan awal, mayat tersebut merupakan jasad anggota Polres Jogja, AKP Wiyoko yang menghilang sejak setahun yang lalu.
“Masih terus kami kembangkan, kami juga akan melakukan pemeriksaan awal,” kata Kapolda DIY Bridjen Haka Astana kepada Harian Jogja, Kamis (30/1/2014).
Dia menjelaskan, tim DVI Polda sedang melakukan cek awal untuk memastikan jasad siapa yang ditemukan tersebut. Tes awal yang dilakukan adalah cek odontologi, yakni dengan mengecek struktur gigi tersebut milik siapa.
“Kalau menggunakan sidik jari jelas tidak mungkin, dan dilihat dari hasil penemuan untuk cek awal melalui struktur gigi itu,” papar dia.
Hanya, lanjutnya, untuk lebih memastikan lagi terkait jasad tersebut maka akan melakukan tes DNA. Untuk tes ini sendiri akan dilakukan oleh tim DVI Mabes Polri. Tujuannya, untuk lebih memastikan dan memperkuat hasil tes odontologi.
“Nantinya, kedua tes itu saling memperkuat dan akan semakin jelas, itu jasad siapa,” imbuhnya.
Sementara itu, pihaknya tidak mau melakukan tindakan spekulasi terkait penemuan mayat itu. Karena untuk tes DNA itu dibutuhkan waktu selama 2 minggu. Jadi untuk tahu pasti tentang jasad itu harus menunggu hasil tes yang dilakukan Mabes Polri.
“Kan itu dugaan awal, ada laporan anggota hilang di tahun lalu dan diduga pergi ke suatu tempat. Tapi untuk jelasnya menunggu tes DNA itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.